Grammy Awards 'Mudik' ke New York, Penyelenggara Tekor

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 26/01/2018 14:05 WIB
Grammy Awards 'Mudik' ke New York, Penyelenggara Tekor Grammy Awards tahun ini bakal diselenggarakan di New York. (Ilustrasi/REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grammy Awards kembali ke New York setelah 15 tahun. Namun Recording Academy, penyelenggara Grammy Awards, harus menelan pahit saat mengembalikan ajang itu ke kampungnya untuk acara di Madison Square pada Minggu (28/1) setempat.

Diberitakan The Hollywood Reporter, Presiden Recording Academy Neil Portnow mengklaim pemerintah kota New York belum memenuhi janji mereka untuk menanggung biaya tambahan yang dikeluarkan penyelenggara untuk mengadakan acara di New York.

Padahal sebelumnya pemerintah New York City melobi penyelenggara habis-habisan agar bisa Recording Academy mau menempatkan Grammy Awards di New York setelah bertahun-tahun di Los Angeles. Mereka menjamin akan membujuk kelompok bisnis dan pemberi sponsor agar mau memberi subsidi untuk penyelenggaraan ajang penghargaan bidang musik itu.



Menyelenggarakan Grammy Awards di New York tidak murah, menurut Portnow. Harganya sekitar US$6 sampai US$8 juta lebih mahal ketimbang menggelar acara serupa di Los Angeles.

Biaya tambahan itu, kata Larry Miller yang merupakan direktur sebuah program bisnis musik di Steinhardt School New York University, adalah karena akomodasi, transportasi dan biaya pekerja yang jauh lebih mahal di New York ketimbang di Los Angeles.

Di sisi lain, pihak berwenang New York City mengaku sudah mengumpulkan uang seperti yang mereka janjikan. Mereka sadar Grammy Awards tidak main-main, apalagi ini adalah tahun ke-60 bagi mereka. Pasti akan ada pertunjukan yang mewah dan besar-besaran.


“Pemerintah kota sudah memenuhi semua kewajibannya kepada penyelenggara,” kata Julie Menin, komisioner bagian media dan hiburan di kantor wali kota New York City.

Ia mengaku berhasil mengumpulkan uang sampai hampir US$5 juta dari kelompok-kelompok bisnis dan perusahaan pemberi sponsor. Ia meyakinkan, uang rakyat bahkan tak digunakan.

Itu juga disampaikan Kathryn Wylde, presiden bagian kerja sama dari pemerintah New York City. “Dari yang saya pahami, pemerintah kota dan komite tuan rumah sudah memenuhi semua komitmen mereka ke Academy dan yayasan serta programnya berjalan tanpa masalah,” katanya.


Namun menurut Portnow, Rabu (24/1) tidak ada perusahaan sponsor atau pebisnis yang sumbangannya sesuai ekspektasi. Dari Adidas misalnya, pemerintah kota mendapat dana sebesar US$275 ribu. Portnow berpikir jumlah itu terbilang kecil.

Berdasarkan ekspektasi Recording Academy, akan ada sponsor sampai jutaan dolar.

Wali Kota New York City Bill de Blasio sudah sangat antusias menyambut penyelenggaraan Grammy Awards. “Ini malam terbesar soal kembalinya musik ke ibu kota musik terbesar di dunia, dan itu terasa begitu hebat,” katanya, seperti dikutip The Hollywood Reporter.

Pengumuman berubahnya lokasi Grammy Awards sudah disampaikan sejak tahun lalu.


Dahulu, ajang itu kerap bolak-balik antara New York dan Los Angeles tiap tahunnya. Namun sejak 1998 itu tak lagi dilakukan karena ada konflik antara Wali Kota New York City saat itu, Rudy Giuliani dan calon presiden Academy, Michael Greene.

Grammy Awards pun menetap di Los Angeles sampai empat tahun kemudian. Pada 2003, saat Wali Kota New York City ganti, Grammy Awards pun kembali ke New York, meski hanya sekali.

Sejak itu sampai tahun lalu, ajang itu diselenggarakan di Staples Center Los Angeles. Baru tahun ini Grammy kembali ke New York, meski tahun depan ia kembali ke Los Angeles lagi.

[Gambas:Video CNN] (rsa)