Lawan Pelecehan Seksual, Musisi Kenakan Mawar Putih di Grammy

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Kamis, 25/01/2018 16:11 WIB
Lawan Pelecehan Seksual, Musisi Kenakan Mawar Putih di Grammy Dua Lipa menjadi salah satu musisi yang akan mengenakan mawar putih di gelaran Grammy Awards 2018 sebagai bentuk kampanye melawan pelecehan seksual. (AFP PHOTO/ARMEND NIMANI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ajang penghargaan musik Grammy Awards 2018 akan digelar Senin (29/1) mendatang. Selain menyiapkan pakaian untuk menghadiri penghargaan bergengsi itu, sejumlah musisi berencana mengenakan mawar putih sebagai bentuk kampanye melawan pelecehan seksual.

Ide mengenakan mawar putih digagas oleh Wakil Presiden Senior Roc Nation Meg Harkins dan Promosi A&M Records Karen Rait. Keduanya menyadari, salah satu penghargaan musik terbesar itu berlangsung hampa tanpa dukungan terhadap perlawanan seksual.

Senin (21/1) lalu, Harkins dan Rait berkumpul bersama 12 musisi perempuan untuk membicarakan rencana tersebut. Mawar putih dipilih karena warna yang simbolik serta praktis dan tradisional.



Melansir Billboard, Harkins mengaku sudah menghubungi musisi untuk meminta mereka memakai mawar putih saat Grammy Awards. Permintaan itu bagai gayung bersambut, karena banyak musisi yang tertarik.

Harkins menjelaskan, Halsey, Rapsody, Kelly Clarkson, Cyndi Lauper, Dua Lipa, Rita Ora dan Tom Morello akan datang mengenakan mawar putih atau tanda yang mendukung kampanye.

Rait mengatakan, itu terinpirasi dari gerakan Time's Up, sebuah gerakan yang diluncurkan sejumlah perempuan yang bekerja di bidang film, televisi dan teater. Gerakan ini dimulai pada Januari awal yang ditujukan sebagai perlawanan terhadap pelecehan seksual sistemik di industri hiburan.


Saat gelaran Golden Globe Awards 2018, sejumlah aktor turut mengenakan pin 'Time's Up' yang menunjukkan solidaritas mereka terhadap aksi anti pelecehan seksual. Di antara aktor itu ada adalah Justin Timberlake, Hugh Jackman, Ewan MacGregor, dan James Franco.

"Sangat penting bagi kita untuk berada dalam pesan yang dibuat mereka. Mereka hanya bekerja dalam waktu singkat tiga pekan, tetapi sangat menginspirasi kami," kata Rait.

Rait dan Harkins berharap kampanye yang ditampilkan dalam Grammy Awards dapat diketahui semua orang, baik yang hadir di acara penghargaan itu atau jutaan pemirsa yang menonton dari rumah.


"Ini adalah pembahasan politis yang penting di negeri kami dan ini juga pembahasan yang harus dibicarakan dengan artis kami dan perusahaan kami," kata Harkins.

Harkins melanjutkan, "Kami harus meyakinkan artis kami bahwa ada orang yang mendukung kalian bila kalian menerima perlakuan diskriminatif dan merasa tidak aman di tempat kerja."

"Musisi memiliki dampak yang besar. Jadi acara musik yang besar ini patut mendukung kesetaraan dan keaman dalam tempat kerja. Semua orang harus peduli dengan rekan kerja mereka," tambah Rait.

[Gambas:Video CNN] (res)