Robbie Williams Akui Alami Masalah Mental

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 08:18 WIB
Robbie Williams Akui Alami Masalah Mental Robbie Williams mengakui ia mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi yang kerap datang kepadanya sewaktu-waktu. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyanyi Robbie Williams baru-baru ini mengakui masalah yang ia hadapi dengan kondisi kesehatan mental. Ia menyebut ia melawan pikiran bunuh diri yang kerap muncul dalam kepalanya.

Pengakuan soal depresi dan gangguan mental ini diungkap Williams ketika melakukan wawancara dengan The Sun.

"Untung dan tidak untungnya, [depresi] diarahkan ke peralatan saya. Saya cenderung merusak semua benda," kata Williams.



"Saya memiliki penyakit yang ingin membunuh saya dan ini ada di dalam kepala saya. Sehingga saya harus melindungi diri melawan itu," lanjutnya.

"Kadang itu menguasai saya dan kadang itu jadi alat saya untuk butuh ke atas panggung. Kadang pula, saya merasa hidup dalam kebahagiaan dan itu luar biasa," katanya.

"Namun sebagian besar, saya ini manusia, memiliki pengalaman manusiawi, mencoba untuk menghadapi segala cobaan dan gangguan yang muncul di antara kedua telinga saya," kata Williams.


Williams mengatakan ia merasa bersyukur karena ia masih bisa menangani hal tersebut, mengingat sejumlah musisi dan pesohor memilih mengakhiri hidup mereka saat berhadapan dengan depresi.

"Nyaris sekali berulang kali," katanya.

Diberitakan NME, Desember lalu, ia mengapresiasi keterbukaan masyarakat akan penyakit depresi yang semakin meningkat.

"Kembali lagi, Anda tidak tahu apa yang terjadi dengan diri Anda. Anda hanya tahu Anda hidup dalam kepala Anda sendiri dan tidak mengerti itu apa," kata pelantun Feel tersebut.


"Anda mendengar kata 'depresi' namun Anda tidak dapat menyamakannya dengan apa yang terjadi dengan Anda. Tidak ada yang benar-benar bisa menggambarkan apa yang sedang saya alami atau bagaimana perasaan saya." kata Williams.

Williams mengatakan, ketika ia mengetahui bahwa dirinya mengalami depresi, perasaan yang tak nyaman menghinggapinya. Ia mengakui hal tersebut terasa memalukan. Namun itu dahulu.

"Itu membuat saya semakin tertutup. Kini itu berbeda. Saya menyalakan televisi dan orang-orang membicarakan ini sepanjang waktu dan itu dapat diterima." katanya.

[Gambas:Youtube]

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Into The Light (pendampingan.itl@gmail.com) untuk penduduk Jabodetabek atau Inti Mata Jiwa untuk penduduk Yogyakarta dan sekitarnya (intimatajiwa@gmail.com). (end)