Direstorasi, 'Pengabdi Setan' Versi Lawas Tayang di VFF

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Rabu, 28/03/2018 08:08 WIB
Direstorasi, 'Pengabdi Setan' Versi Lawas Tayang di VFF Film horor lawas 'Pengabdi Setan' (1980) akan ditayangkan kembali dalam versi yang telah direstorasi di pembukaan Vintage Film Festival (VFF). (dok. Rapi Films)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film horor lawas Pengabdi Setan karya sutradara Sisworo Gautama Putra yang dirilis pada 1980 silam ditayangkan kembali dalam versi yang telah direstorasi. Penayangan film itu akan dilakukan bertepatan dengan pembukaan Vintage Film Festival (VFF), 29 Maret nanti.

VFF sendiri merupakan gelaran yang akan menyuguhkan berbagai film lawas Indonesia yang telah direstorasi, sehingga dapat kembali ditampilkan dengan kualitas masa kini.

"Upaya untuk melakukan restorasi film-film lawas Indonesia saat ini sangat kritikal untuk menyelamatkan koleksi film-film ini dari kerusakan," ujar CEO Flik Manoj Samtani dalam konferensi pers VFF sekaligus Gala Premiere Pengabdi Setan versi lawas di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (27/3).



Ia mengimbuhkan, Oleh karena itu, kami mendaftarkan berbagai film yang kualitasnya dapat kami pulihkan kembali agar dapat dinikmati oleh seluruh pecinta film baik di dalam maupun luar negeri."

Dipilihnya Pengabdi Setan sendiri diakui Manoj karena kesuksesan film versi garapan ulang besutan sutradara Joko Anwar.

"Film ini baru meledak dan dulu telah menginspirasi Joko Anwar untuk menjadi sutradara. Kami pun ingin membawa kejayaan film lawas Indonesia," katanya.

[Gambas:Youtube]


Dalam kesempatan yang sama, VP Consumer Solution LOKÉT Rama Adrian mengungkapkan bahwa banyak film lawas karya sineas pendahulu Indonesia yang tidak hanya memiliki jalan cerita unik, tetapi juga mengandung pesan moral yang bagus untuk masyarakat Indonesia.

"Namun sayang, sejauh ini karya-karya tersebut tidak bisa dinikmati oleh masyarakat masa kini karena memang kualitasnya yang sudah kurang baik. Melalui berbagai upaya restorasi inilah film lawas Indonesia dapat diselamatkan," katanya.

Upaya melestarikan film Indonesia itulah, papar Rama, yang kemudian menjadi latar digelarnya VFF atas kerjasama Flik selaku perusahaan film yang memiliki teknologi untuk merestorasi bersama CGV Cinema dan Gotix.


Lebih lanjut, Rama menjelaskan bahwa pada tahap awal VFF akan berlangsung selama sebulan penuh dan akan diputar secara serentak di 10 kota jaringan bioskop CGV Cinemas Indonesia mulai dari 29 Maret hingga 29 April 2018. Genre film lawas yang ditampilkan pun beragam, mulai dari drama, komedi, horor hingga aksi laga.

RAPI Films selaku rumah produksi yang menggarap Pengabdi Setan versi lawas dan baru merasa bangga karena film besutannya terpilih sebagai pembuka di tahun pertama ajang VFF.

"Film ini telah menjadi terlaris tahun lalu dalam versi yang dibuat Joko Anwar. Terus terang kaget pas mau diputar Pengabdi Setan yang versi orisinal. Untuk dapat [menjadi] pembuka ini kebanggaan yang luar biasa," kata Sunil Samtani selaku produser RAPI Films.


VFF rencananya akan digelar secara serentak mulai 29 Maret 2018 di jaringan bioskop CGV Cinemas Indonesia di beberapa kota antara lain CGV Grand Indonesia (Jakarta), kemudian CGV Bekasi Cyber Park (Bekasi), CGV Paris Van Java (Bandung), CGV Grage City Mall (Cirebon), CGV Teras Kota (Tangerang), CGV Depok Mall (Depok), CGV Sahid Jwalk (Yogyakarta), CGV Festive Walk (Karawang), CGV BG Junction (Surabaya) dan CGV Focal Point (Medan).

Setelah Pengabdi Setan, beberapa film lawas lainnya disebut telah siap ditayangkan di VFF. Film-film itu di antaranya Matt Dower (1969), Ateng Sok Aksi (1977), Ratu Ilmu Hitam (1981), Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982), WARKOP - Sama Juga Bohong (1986), Seri Catatan Si Boy (1987-1991).

Nantinya film-film itu akan bergantian ditayangkan setiap bulannya hingga akhir tahun ini. (res)