FOTO: Hikayat Tjolomadoe, dari Pabrik Gula ke Cagar Budaya

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Senin, 02/04/2018 07:12 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Dibangun 1861 oleh KGPAA Mangkunegara IV, Pabrik Gula Tjolomadoe sempat jadi pabrik tebu terbesar di Asia Tenggara hingga kini menjadi cagar budaya.

Pabrik Gula (PG) Tjolomadoe dibangun pada 1861 oleh KGPAA Mangkunegoro IV di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Pabrik ini mulai dikembangkan pada 1928 dengan perombakan arsitektur dan perluasan lahan tebu. (CNN Indonesia/Muhammad Andika Putra)
Ketua Divisi Konservasi dan Narasi Museum Universitas Sebelas Maret Susanto mengatakan PG Tjolomadoe adalah salah satu perusahaan sukses yang dimiliki Mangkunegaran. (CNN Indonesia/Muhammad Andika Putra)
Kala itu PG Tjolomadoe mengekspor gula ke berbagai negara, terutama untuk kawasan Asia Tenggara. (CNN Indonesia/Muhammad Andika Putra) 
Pada April 2017 PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), dan PT Jasa Marga Properti membentuk Joint Venture dengan nama PT Sinergi Colomadu. (CNN Indonesia/Muhammad Andika Putra)
Mereka melakukan konstruksi revitalisasi bangunan dengan mengikuti kaidah cagar budaya. (CNN Indonesia/Muhammad Andika Putra)
Bangunan yang kini bernama De Tjolomadoe mulai beroperasi sebagai culture center, convention dan area komersil sejak 24 Maret 2018. (CNN Indonesia/Muhammad Andika Putra)
Enam ruangan tersebut adalah Stasiun Gilingan, Stasiun Karbonatasi, Stasiun Ketelan, Stasiun Penguapan, Besali Cafe dan Tjolomadoe Hall. (CNN Indonesia/Muhammad Andika Putra)
Tjolomadoe Hall menjadi ruangan terbesar dengan luas 1.400 meter persegi yang mampu menampung sekitar 3.000 orang. (CNN Indonesia/Muhammad Andika Putra)
Ruangan itu dipakai sebagai temat konser musisi David Foster bersama musisi kenamaan Indonesia pada 25 Maret lalu.(CNN Indonesia/Muhammad Andika Putra)
Presiden Joko Widodo diagendakan untuk meresmikan banguan tersebut walau sampai saat ini belum ada kepastian. Sementara Pura Mangkunegara akan menggugat pemerintah lantaran merasa bagunan beserta lahan masih miliknya. (CNN Indonesia/Muhammad Andika Putra)