Label Legenda dan Rapper Muda di Mata Iwa K

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Senin, 16/04/2018 14:07 WIB
Label Legenda dan Rapper Muda di Mata Iwa K Bagi Iwa K, ia tak ingin tenggelam dalam label 'legenda' dan 'ikon' yang dialamatkan kepadanya. Ia hanya ingin terus berkarya dengan jujur dan ikhlas. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai mengenang berbagai drama dalam kehidupannya, Iwa K punya rasa optimis tentang masa depan..

Iwa K sesekali melihat ponselnya. Usai pertemuan dengan CNNIndonesia.com di kafe petang itu, ia masih memiliki agenda pertemuan bisnis lainnya dan menjemput istrinya, Wikan Resminingtyas.

Agenda Iwa memang padat, untuk musisi yang baru saja menyelenggarakan konser perayaan 25 tahun kariernya di belantika musik Indonesia.


Iwa bak tak ingin melewatkan kesempatan bangkit, usai kerikil-kerikil tajam yang ia hadapi dalam beberapa tahun terakhir.

Usia karier 25 tahun bukan masa yang singkat. Apalagi bagi musisi yang konsisten dengan genre tertentu seperti Iwa yang sekaligus tercatat sebagai pelopor rap berbahasa Indonesia.


Maka wajar, sebagian pihak menyebut musisi asal Bandung ini sebagai ikon sekaligus legenda musik hip hop Indonesia.

"Gue enggak mau tenggelam dalam sebutan itu, enggak asik buat gue. Gue masih ingin berjalan dan berkarya. Sampai sekarang gue masih menggali musik kok," kata Iwa.

Namun Iwa megaku bersyukur berhasil menjalani karier yang ia akui awalnya tak pernah benar-benar ia anggap sebagai sebuah pekerjaan itu. Ia tidak menyangka kalau musik hip hop yang ia cintai membawanya sampai saat ini.

Sampai saat ini Iwa sudah merilis empat album bertajuk Kembali (1993), Topeng (1994), Kramotak! (1996), Mesin Imajinasi (1998) dan Vini Vidi Vunky (2002). Teranyar, Iwa merilis mini album bertajuk Living in the Fastlane (2014).

Label Legenda dan Rapper Muda di Mata Iwa KKonser 'Batman Kasarung', merayakan 25 tahun karier Iwa K pada 4 April lalu. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Bermusik selama 25 tahun dengan berbagai pengalaman mengajarkan Iwa untuk tidak cepat puas berkarya. Iwa selalu melakukan sesuatu secara mengalir dan maksimal.

Pun, Iwa tak selalu menempuh jalan lurus selama 25 tahun berkarya. Terkadang ia "belok kanan atau belok kiri" ketika bertemu 'jalan buntu.'

"Belok kanan belok kiri maksudnya gua menikmati rap dengan gaya musik jazz, kadang dengan gaya rock. Kanan kiri juga berarti gua mecoba hal lain, sempat terlalu asyik jadi pembawa acara olahraga sampai sempat vakum bermusik," kata Iwa.

Namun Iwa selalu merasa nikmat ketika mengusung genre hip hop selama 25 tahun terakhir. Meskipun, ia enggan disebut 'konsisten' untuk menggambarkan upayanya itu.


"Kata konsisten terasa effort banget. Gue setuju dengan Bill Withers yang pernah bilang 'lakukan sesuatu tanpa effort bila lo cinta.' Itu yang gue lakukan buat hip hop, mengalir aja sampai gue enggak sadar kalau sudah 25 tahun," kata Iwa.

"Mimpi gua selama 25 tahun yang belum tercapai itu konser 50 tahun," ujar Iwa sambil tertawa. "Ya kalau yang paling dekat, gue ingin rilis album setelah single yang akan keluar."

Bukan hanya bersyukur pada diri sendiri, Iwa juga bersyukur dengan kemunculan rapper muda di Indonesia. Hal itu membuat musik hip hop kembali naik sejak 2014 setelah sempat tenggelam.

[Gambas:Instagram]

Terlebih, Iwa sangat senang dengan musisi yang jujur dalam bermusik. Menurut Iwa, beberapa di antaranya adalah Ramengvrl dan Rich Brian.

"Rich Brian awal nongol pakai poloshirt jambon, tas pinggang dan syuting di kompleks. Gue salut karena dia enggak fake, dari sebelum dia hit banget gue sudah suka dan yakin dia bakal sukses," kata Iwa.

Iwa melanjutkan, "Ketika lo tampil enggak fake, empati pasti ada. Tapi lo bakal pegal kalau tampil fake, sampai kapan lo [bakal] kuat?" kata Iwa menutup perbincangan dengan kami, petang itu.

[Gambas:Video CNN] (end)