"Mau minum apa? Air mineral?" anak bungsu Roi, Revi Meiriana menawarkan saat CNNIndonesia.com berkunjung ke rumahnya, beberapa waktu lalu. Roi sedang dalam perjalanan pulang. Ia memang masih banyak kesibukan di tengah usianya yang tak lagi muda, 56 tahun.
Kesukaan Roi mengoleksi berbagai pernik soal musik termasuk album fisik membuat profilnya layak dikisahkan untuk merayakan Record Store Day yang jatuh setiap 20 April. Sembari menunggu, saya menelusuri koleksi Roi yang mengular sampai ke belakang rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dinding di atas sofa ruang tamu, ada sederet album The Rolling Stone yang dipigura emas. Di dinding lain, terdapat action figure personel Kizz. Action figure John Lennon, Jimi Hendrix, Motley Crue dan beberapa musisi lain diletakkan di atas lemari bufet.
Revi lalu mengajak saya ke ruangan di bagian belakang rumah. Ruangan berukuran 3 x 4,5 meter itu berisi koleksi dari musisi Indonesia. Rilisan kaset dan piringan hitam dari Koes Ploes, The Rollies, Dara Puspita, Fariz RM serta sejumlah musisi lain menghiasi ruangan.
Koleksi Roi Rahmanto termasuk action figure musisi. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
"Ini belum seberapa, di ruangan sebelah rumah lebih banyak koleksi. Ke sana yuk, tunggu Papa di sana," Revi kembali mengajak, kali ini ke ruangan yang terpisah dari rumah utama.
Ruangan itu berukuran 16 x 7 meter, dibagi menjadi dua. Satu ruangan khusus untuk koleksi The Beatles, satu ruangan lagi untuk koleksi musisi lain.
Koleksi Roi Rahmanto dipajang dengan rapi. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
Saat saya sedang mengamati koleksi itu, Roi datang memasuki ruangan.
"Ya seperti ini koleksi saya. Belum semua saya pajang karena belum ada tempat yang cukup. Ruangan ini saja baru saya bangun 2015," kata Roi setelah menyapa.
Rumah Roi Rahmanto dipenuhi koleksi musik. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
Roi berencana meningkatkan ruangan itu dan memperbesarnya dengan menghubungkan ke ruangan utama. Ia masih akan memajang koleksi dari 20 band lain seperti The Beatles, The Who, Jimi Hendrix, Metalica, Led Zeppelin, dan AC/DC. Apalagi koleksinya masih akan bertambah.
Lihat juga:FOTO: Akibat Tersengat 'Listrik' Oasis |
Koleksi Senilai Miliaran Rupiah
Koleksi yang jumlahnya mencapai ribuan itu berawal dari 1974, saat Roi membeli kaset album Rubber Soul (1965) dari The Beatles. Harganya masih Rp250 kala itu. Kaset dipilih karena harga piringan hitam masih sangat mahal. Tapi dari situ, Roi tergoda untuk terus membeli.
Punya rilisan fisik dari musisi favoritnya seakan jadi kewajiban.
Bersamaan dengan kaset, Roi juga membeli majalah musik seperti Aktuil, Musik Ekspres dan Pop Foto. Tujuan utamanya, selain dibaca, juga mendapat poster musisi di dalamnya.
Roi Rahmanto juga koleksi alat musik langka. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
Tahun '90-an, Roi pindah ke Jakarta setelah lulus kuliah dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Namun ia tak berhenti membeli rilisan fisik atau memenuhi kamar dengan poster. Sembari menjadi arsitek, ia masih mengoleksi barang-barang berbau musik.
Bukan hanya di Indonesia, pria kelahiran Surabaya itu juga berburu barang musik ke luar negeri. Misi itu mulus lantaran istri Roi, Ina Amatul bekerja sebagai pramugari di Garuda Indonesia. Setiap tahun ia mendapat jatah gratis ke luar negeri sebanyak dua kali.
Lihat juga:Avicii Meninggal Dunia |
"Saya mulai terbang ke luar negeri itu tahun 1995, kira-kira saya sudah ke Amerika tiga kali, Australia 10 kali. Kemudian saya juga ke Jerman, Belanda, Inggris dan Hongkong. Berburu koleksi sambil jalan-jalan," kata pria kelahiran Agustus 1961 itu.
Perburuan Roi paling gila adalah ketika ia ke AS pada 2008, bersamaan dengan masa Pemilu dan krisis keuangan di negara itu. Alhasil, banyak orang menjual berbagai barang agar mendapat uang. Saat itulah Roi membeli plakat emas (gold record) milik The Beatles atas pencapaian penjualan 500 ribu kopi album mereka, Yesterday and Today.
Barang itu terbilang sangat langka lantaran tidak diperjualbelikan.
Roi Rahmanto bersama koleksinya yang mencapai ribuan. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
Tak terasa ia sampai menghabiskan uang sekitar Rp100 juta.
"Saya waktu itu sewa mobil SUV yang besar, di belakang itu penuh barang-barang koleksi. Tapi anak dan istri saya sudah mengerti hobi saya," kata Roi.
Roi memperkirakan koleksinya sekarang mencapai lebih dari 7.000 barang, yang terdiri atas piringan hitam, kaset, CD, alat musik replika, buku, merchandise dan action figure.
Roi Rahmanto memburu koleksinya sampai ke luar negeri. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
Koleksi paling 'monumental' menurut Roi adalah bas Gibson Thunderbird IV yang pernah dimiliki bassis band The Who, John Entwistle. Salah satu sisi bas itu lecet karena banyak dipakai. Tapi pada bagian tengahnya, terdapat tanda tangan Entwistle.
"Ini saya beli dari orang yang menang lelang barang Hard Rock Cafe seharga Rp35 juta, saya lupa Hard Rock mana. Barang langka lain adalah action figure The Beatles yang dibuat tahun '60-an dan vinil warna putih album White Album milik The Beatles," kata Roi.
Koleksi musik Roi Rahmanto jika dinilai mencapai miliaran rupiah. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
Desember lalu Roi datang ke Sydney untuk menonton konser Paul McCartney. Pada kunjungannya ke negara kanguru itu ia membeli boneka personel The Beatles. Perburuannya juga akan berlanjut ke Liverpool, Inggris pada Agustus mendatang. Entah sampai kapan perburuan itu, yang jelas Roi masih punya daftar barang-barang yang ia inginkan, tertulis dalam buku.
Ia hafal mana barang yang belum dan sudah ia miliki. Pinball edisi The Beatles, Iron Maiden dan Rolling Stone adalah barang yang belum kesampaian ia miliki.
"Saya sangat jarang punya tabungan karena dibelikan koleksi terus. Tapi anak dan istri saya paham, mereka mengerti hobi saya. Koleksi ini untuk kepuasan pribadi saja," kata Roi.
Sampai saat ini, Roi belum berencana menjadikan ruang tempatnya menyimpan barang-barang koleksi sebagai museum dan terbuka untuk umum. Namun jika ada yang ingin melihat koleksinya, ia sangat terbuka. Ia bahkan bersedia bercerita, seperti kepada saya.
Dekat dengan Musisi Indonesia
Sejak mengoleksi barang-barang musik, Roi bergabung dengan Komunitas Pecinta Musik Indonesia (KPMI). Melalui komunitas ini ia kenal banyak musisi besar Indonesia.
Ahmad Dhani, Piyu, Ida Royani termasuk di antaranya. Ia bahkan pernah bertukar barang koleksi dari band Queen dengan Dhani. Roi juga sempat menjual beberapa majalah The Beatles kepada Piyu. Sementara Ida sempat meminjam majalah Aktuil untuk mengopi berita tentangnya.
Roi Rahmanto juga mengoleksi musik dari dalam negeri dan mengenal banyak musisi lokal ternama. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
Roi juga mengaku kenal dengan Guruh Soekarnoputra yang pernah tergabung dalam band Guruh Gipsy. Fariz RM dan Yon Koeswoyo pun pernah berinteraksi dengannya.
"Saya dapat master album Sakura dari Fariz. Kalau dari Yon, saya punya dua gitar yang pernah ia mainkan, ada tanda tangannya. Waktu itu dia menjual kepada saya, saya tidak bisa sebut berapa harganya," kata Roi.
Bukan hanya dekat dengan musisi senior, Roi juga kenal dengan musisi sekarang, seperti personel band GIGI, Naif dan Rian d'Masiv. Barang-barang mereka pun termasuk ia koleksi. (rsa)
Koleksi Roi Rahmanto termasuk action figure musisi. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Koleksi Roi Rahmanto dipajang dengan rapi. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Rumah Roi Rahmanto dipenuhi koleksi musik. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Roi Rahmanto juga koleksi alat musik langka. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Roi Rahmanto bersama koleksinya yang mencapai ribuan. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Roi Rahmanto memburu koleksinya sampai ke luar negeri. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Koleksi musik Roi Rahmanto jika dinilai mencapai miliaran rupiah. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Roi Rahmanto juga mengoleksi musik dari dalam negeri dan mengenal banyak musisi lokal ternama. (CNN Indonesia/M Andika Putra)