Melalui pameran tunggal perdana bertajuk "Re-Definition", Iswanto menyajikan dua karya instalasi seni, 12 karya dengan teknik cyanotipe, 25 karya diproduksi dengan teknik chemigram dan lima karya yang diproduksi dengan teknik photogram di Bale Tonggoh, Selasar Sunaryo Art Space, Bandung.
Pada pameran kali ini, pria yang puluhan tahun melanglangbuana di bidang fotografi komersial ini bermaksud berbagi pengetahuan dengan publik seni rupa, bahwa cameraless photography merupakan praktik seni yang bisa mereposisi karya fotografi dengan karakter sendiri, yakni cetakan unik pada proses karena reaksi kimia pada material organiknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pameran berlangsung hingga akhir April. (CNN Indonesia/Huyogo) |
Iswanto memilih Bandung untuk menghelat pameran perdananya di Indonesia karena karya-karya eksperimen dan corak abstrak yang dibuatnya terkait dengan sejarah dan perkembangan seni rupa Bandung.
"Karya-karya Iswanto Soerjanto dalam pameran Re-Definition ini mengetengahkan wacana cameraless image dalam konteks karya fotografi seni hari ini, yaitu unique print, personal, chemical-based dan non-naratif," kata kurator pameran Argus FS.
Dia menyebutkan, corak abstrak yang dihasilkan melalui teknik dalam cameraless image dapat membuka wawasan seni rupa saat ini.
"Bahwa karya fotografi seni dengan material ini dianggap sebagai karya seni organik, eksperimental, berbasis pengetahuan material, bersejajar dengan praktik visual art saat ini," jelasnya.
Pameran tunggal Iswanto Soerjanto ini telah dibuka oleh kurator dan gallerist Hermanto Soerjanto pada Jumat (20/4). Bincang Karya akan diselenggarakan pada tanggal (27/4), sedang pameran sendiri akan berlangsung hingga 30 April mendatang. (hyg/stu)
Pameran berlangsung hingga akhir April. (CNN Indonesia/Huyogo)