Keluarga Avicii Bersyukur atas Dukungan dan Privasi dari Fan

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Selasa, 24/04/2018 10:37 WIB
Keluarga Avicii Bersyukur atas Dukungan dan Privasi dari Fan Keluarga Avicii merasa bersyukur atas dukungan dan privasi yang diberikan oleh para penggemar DJ asal Swedia yang meninggal pada Jumat (21/4) itu. (REUTERS/Eduardo Munoz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga Avicii memberikan pernyataan tiga hari setelah kepergian DJ asal Swedia yang meninggal pada Jumat (21/4) itu. Mereka mengaku bersyukur atas dukungan dan privasi yang diberikan oleh para penggemar.

Diberitakan sebelumnya, musisi yang lahir dengan nama Tim Bergling ini ditemukan tak bernyawa di Muscat, Oman. Ia meninggal di usia 28 tahun.

"Kami ingin berterima kasih atas dukungan dan kata-kata manis kalian tentang anak dan saudara kami. Kami bersyukur atas semua orang yang menyukai musik Tim dan memiliki kenangan berharga dari lagunya," tulis keluarga Avicii dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Billboard.



"Terima kasih atas semua inisiatif untuk menghormati Tim, dengan pertemuan publik, lonceng gereja yang berdentang seperti musiknya, penghormatan di Coachella dan momen mengheningkan cipta di seluruh dunia."

"Kami berterima kasih atas privasi [yang diberikan] dalam masa sulit ini. Kami ingin [privasi] terus seperti itu."

Sebelum meninggal dunia, Avicii diketahui menderita pankreatitis akut. Hal itu yang mengakibatkan ia kesulitan menjalani kegiatannya bermusik, bahkan memutuskan untuk pensiun dari tur konsernya pada 2016.


Belum diketahui secara pasti apa penyebab kematian Avicii, manajemennya tidak memberikan secara rinci penyebab kematian. Sementara, pihak kepolisian Oman menyebut bahwa tidak ada dugaan tindakan kriminal dalam kematiannya.

"Dua autopsi telah dilakukan, satu kemarin dan satu lagi hari ini dan kami benar-benar mengonfirmasi bahwa tidak ada dugaan tindakan kriminal dalam kematiannya [Avicii]," ujar seorang sumber Kepolisian Kerajaan Oman kepada AFP.

Avicii mulai berkecimpung di dunia musik sejak 2009 lalu. Popularitas mulai menanjak pada tahun 2001 ketika menjadi bintang EDM besar pertama lewat hit Levels. Hit tersebut mengambil sampel dari lagu milik Etta James bertajuk Something's Got a Hold on Me dan lagu milik Flo Rida, Good Feeling.


Lagu Levels turut mengantar Avicii mendapatkan nominasi Grammy untuk Best Dance Recording. Nominasi yang sama juga ia dapat untuk tembang Sunshine, hasil kolaborasinya dengan David Guetta.

Pada 2012, Avicii mempopulerkan debut remix dari lagu Madonna Girls Gone Wild dengan Superlove milik Lenny Kravitz dalam Ultra Music Festival di Miami. Itu disebut menjadi salah satu pertunjukan megah Avicii sebelum menjadi penampil utama di festival musik Lollapalooza di tahun yang sama.

Setahun setelahnya, Avicii mengenalkan lagu Wake Me Up dengan menampilkan vokal Aloe Blacc yang juga berhasil menjadi hit.


Sejauh ini, ia telah melahirkan sejumlah hit termasuk I Could Be the One bersama Nicky Romero, You Make Me, X You, Hey Brother, Addicted to You, The Days, The Nights, Waiting for Love, Without You, dan Lonely Together.

Dengan pencapaian tersebut, dia pernah dinobatkan oleh Forbes sebagai DJ di urutan keenam dengan bayaran termahal di dunia. Pendapatannya pada periode Juni 2014 hingga Juli 2015 ditaksir mencapai US$19 juta.

[Gambas:Video CNN] (res)