Banyak Spekulasi Bunuh Diri, Keluarga Avicii Buka Suara

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 00:14 WIB
Banyak Spekulasi Bunuh Diri, Keluarga Avicii Buka Suara Keluarga DJ asal Swedia Avicii yang meninggal dunia minggu lalu di Oman mulai buka suara perihal kehidupan Avicii selama ini. (Bjorn Larsson Rosvall /TT News Agency/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga DJ asal Swedia Avicii yang meninggal dunia minggu lalu di Oman mengatakan bahwa Avicii berjuang keras dengan hidupnya dan tak bisa menahannya lebih lama.

Dalam pernyataan pertama pascameninggalnya Avicii, Kamis (26/4), keluarganya mengungkapkan bahwa DJ berusia 28 tahun itu ingin menemukan kedamaian.

"Dia sangat berjuang keras dengan berbagai pikiran soal arti dirinya, kehidupan, dan kebahagiaan. Dia tak bisa lagi menahannya lebih lama. Dia ingin menemukan kedamaian," ungkap keluarganya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.


Keluarga Avicii mulai buka suara karena banyaknya suara sumbang yang berspekulasi bahwa Avicii meninggal bunuh diri. Publisisnya di AS, Diana Baron menolak berkomentar lebih lanjut.


"Tim (Nama asli Avicii) kami yang tercinta adalah seorang pencari, jiwa rapuhnya yang artistik mencari jawaban untuk berbagai pertanyaan eksistensial. Seorang perfeksionis yang berprestasi, sering bepergian dan bekerja keras dengan ritme yang cepat menyebabkan dia mengalami stres yang luar biasa," tulis pernyataan keluarganya.

"Ketika dia mulai berhenti tur, dia mulai untuk menemukan keseimbangan dalam hidup untuk jadi lebih bahagia dan bisa melakukan hal yang sangat dia sukai - musik."

Berita meninggalnya pencetak hit Wake Me Up dan Hey Brother ini mengejutkan dunia hiburan, khususnya Eropa.

Namun sebelum meninggal, pria bernama asli Tim Bergling ini mengumumkan pensiunnya dari tur pada 2016. Masalah kesehatan pankreatitis akut akibat minuman alkohol yang berlebihan juga jadi salah satu alasannya. (chs/chs)


BACA JUGA