Musisi Basmi Korupsi Lewat Album 'Kompilasi Perangi Korupsi'

Feri Agus, CNN Indonesia | Jumat, 04/05/2018 20:46 WIB
Musisi Basmi Korupsi Lewat Album 'Kompilasi Perangi Korupsi' Sejumlah musisi menggelar konser peluncuran album 'Kompilasi Perangi Korupsi' di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan orang nampak memenuhi halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyaksikan gelaran musik sekaligus peluncuran album Kompilasi Perangi Korupsi gagasan sejumlah musisi.

Musisi yang turut terlibat dalam membuat album ini di antaranya Marjinal, OM PMR, Simponi, Navicula, MSI, Iksan Skuter, Tapak Rasta, Vacant, dan Sisir Tanah. Mereka masing-masing menyumbang lagu untuk album tersebut.

"Hari ini ada satu album yang diluncurkan oleh nama-nama yang saya sebutkan tadi. Sebelumnya mereka bicara yang berbeda, sebelumnya mempunyai warna yang berbeda, masing-masing punya khasnya sendiri," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di atas panggung depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/5).



Saut sekaligus membuka acara peluncuran album Kompilasi Perangi Korupsi. Ia mengatakan bahwa para musisi yang berbeda latar belakang itu datang dengan satu visi yang sama, yakni ingin membersihkan Indonesia dari virus korupsi.

"Membersihkan Indonesia dengan cara mereka, tentunya lewat sebuah lagu, lewat nada dan lain-lain. Mudah-mudahan indeks persepsi korupsi Indonesia lebih baik," tuturnya.

Menurut Saut, dalam lagu-lagu itu ada nilai, keluhan, cita-cita, dan kedongkolan yang sama-sama menyiratkan keinginan agar Indonesia bersih dari korupsi. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para musisi yang terlibat dalam pembuatan album tersebut.


Ketua KPK Saut SitumorangPuluhan orang menyaksikan konser peluncuran album 'Kompilasi Perangi Korupsi.' (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

"Album itu diberi nama KPK, Kompilasi Perangi Korupsi. Atas nama lima pimpinan, atas nama KPK dan staf, terima kasih kepada teman-teman yang sudah mengeluarkan album ini," katanya.

Sementara itu, vokalis Marjinal Mike menyatakan album kompilasi ini digarapnya selama setahun. Menurutnya, album Kompilasi Perangi Korupsi dibuat secara gotong-royong antara sesama musisi yang menyumbangkan lagunya.

"Ini kami buat hampir setahun, prosesnya dengan swadaya, kami kumpulkan sama-sama," tutur Mike.


Mike mengatakan album tersebut bisa mendorong Indonesia bersih dari korupsi. Dia juga berharap album kompilasi ini bisa menjadi teman dan mendidik seluruh rakyat Indonesia agar satu suara melawan korupsi.

"Harapan kaset ini akan menjadi teman yang terus menemani, mendidik kita semua rakyat Indonesia agar satu suara melawan korupsi," katanya.

Satu per satu mereka yang terlibat dalam pembuatan album ini tampil di panggung yang dibuat di depan Gedung KPK. Sebagai pembukaan, Tapak Rasta menyanyikan tiga buah lagu, yang salah satu lagunya berjudul Penjabat.


Selepas Tapak Rasta, giliran Sisir Tanah unjuk kebolehannya. Vokalis Navicula, Robi, tak ketinggalan menghibur para penonton. Ia secara berturut-turut membawakan lagu Terus Berjuang, Metamorfosa Kata, sampai Mafia Hukum.

Giliran Marjinal yang menghentak markas antirasuah. Sebagai pembuka, mereka membawakan lagu Hukum Rimba, yang dilanjutkan Negeri Ngerih. Grup band punk itu pun sempat berduet dengan Saut Situmorang untuk menyanyikan kembali Hukum Rimba.

Musisi lainnya, Iksan Skuter sampai OM PMR juga diberikan kesempatan melantunkan lagunya masing-masing. OM PMR didapuk sebagai penutup gelaran konser peluncuran album Kompilasi Perangi Korupsi ini. (res)