'Karma Baik' Roy Kiyoshi saat Ramadan

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 14:53 WIB
'Karma Baik' Roy Kiyoshi saat Ramadan Acara 'Karma' mengganti konsepnya dengan 'Karma Baik' untuk edisi Ramadan. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dari belakang panggung, partisipan dipersilakan menempati posisi masing-masing. "Silakan duduk di nomor yang tersedia di atas panggung," kata floor director (FD) mengarahkan.

Nomor-nomor itu tersedia dari satu sampai 31, disesuaikan tanggal setiap bulan.

Setelah partisipan siap, FD masih memastikan mana dari mereka yang tidak ingin identitasnya diketahui. Mereka disarankan mengenakan masker berwarna hitam.


Giliran tim produksi dan kru yang bersiap diri. Mereka berdoa agar syuting lancar. Robby Purba dan Roy Kiyoshi, 'senjata' utama syuting itu, sudah tak lagi berjalan-jalan membawa naskah. Mereka siap berdiri di 'mimbar' di hadapan partisipan saat lampu dinyalakan.


Sekilas, itu gambaran bagian dari syuting Karma edisi Ramadan.

Begitu lampu dinyalakan, terlihat perbedaan mencolok. Latar panggung dibuat lebih terang, dengan desain yang lebih berwarna. Roy dan Robby yang memandu acara pun tak lagi mengenakan busana serba hitam. Saat CNNIndonesia.com hadir menyaksikan langsung di Studio ANTV beberapa waktu lalu, keduanya seragam mengenakan busana warna kuning gading.

Judul Karma pun diubah menjadi Karma Baik.

"Ramadan kan identik dengan bulan baik, makanya judulnya pun kami sesuaikan menjadi Karma Baik," ungkap Yunita, produser acara tersebut saat mendampingi CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, tayangan spesial Ramadan pun akan menampilkan sosok ustaz. Menurut tim produksi, itu untuk memberikan solusi dan menarik kesimpulan dari permasalahan partisipan.

"Yang pastinya harus lebih mengedukasi hal-hal yang terkait di bulan puasa, lebih religi, kami selipkan beberapa kandungan dari ayat yang sejalan dengan cerita yang dialami partisipan," ujar Gunarso selaku produser eksekutif tayangan Karma.

Meski secara desain dan tampilan berubah, konsep acara Karma Baik masih tetap sama. Ada gimik di setiap episode. Saat itu muncul, Robby, Roy dan seluruh kru yang bertugas termasuk petugas kebersihan-jika dibutuhkan-langsung sigap 'menyelamatkan' situasi.


Syuting Karma Baik yang kali itu berlokasi di kawasan Institut Bisnis Nusantara berlangsung selama tiga jam. Itu didukung dengan tujuh set kamera video. Audio yang dihadirkan tidak begitu kentara dan mencekam seperti versi yang disiarkan di televisi.

Hanya dentingan yang kerap terdengar.

Menurut pengakuan Gunarso, apa yang ditayangkan di televisi memang telah melalui proses penyuntingan. Itu dilakukan untuk membuat tayangan lebih menarik.

"Pastinya kami menambah elemen-elemen suspense, lewat backsound musik ya. Ada efek suara juga. Kalau apa yang terjadi di studio ya memang begitu adanya, tidak ada suara sebenarnya, hanya mengobrol," ungkapnya.


"Jadi penyuntingan sebenarnya punya peran yang sangat memengaruhi," imbuh Gunarso.

Kedekatan antara Roy dan Robby pun begitu terpancar di balik layar. Keduanya kerap bersenda gurau di sela-sela istirahat waktu syuting. Duo ini pun ramah saat berinteraksi dengan tim produksi dan pihak lain yang berada di studio.

"Selamat menonton ya," sapa Robby kepada CNNIndonesia.com. (res/rsa)




BACA JUGA