Indonesia Ajak Negara ASEAN Ingat Cerita Panji

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 07:45 WIB
Indonesia Ajak Negara ASEAN Ingat Cerita Panji Cerita Panji disandingkan dengan epos Mahabarata dan Ramayana. (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panji, cerita kepahlawanan tradisional dari Jawa akan dibuatkan festival khusus. Untuk pertama kalinya, Indonesia menggelar Festival Panji Internasional yang peserta sampai mencakup Kamboja dan Thailand.

Festival itu akan dirayakan di delapan kota di Indonesia, yakni Denpasar, Surabaya, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Yogyakarta, dan Jakarta.

Seperti dilaporkan kantor berita Antara, Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan mengatakan bahwa melalui festival itu Indonesia ingin mengajak negara-negara di ASEAN merayakan Panji sebagai warisan budaya dunia.



Cerita Panji memang berpusat di Indonesia, namun menyebar sampai hampir di seluruh negara ASEAN. Umumnya cerita Panji berputar pada romansa zaman kerajaan di Indonesia.

Dari pengembaraan Panji menemukan Dewi Sekartaji, cerita itu berkembang menjadi sekumpulan roman yang berkembang melalui kebiasaan bertutur pada masa Kerajaan Majapahit. Dari Jawa, cerita Panji menyebar ke Bali, Lombok, bahkan sampai Sulawesi dan menyeberang ke Malaysia.

Dari sana, Panji melangkah lebih jauh lagi, ke Thailand.


Pada zamannya, Panji ditulis menggunakan bahasa masing-masing negara. Warga di masa itu juga mengabadikannya dengan menuliskannya di atas daun lontar.

Panji bisa dibilang bersanding dengan dua epos klasik, Mahabarata dan Ramayana.

Dari kisah yang sarat sejarah itu, Panji ditetapkan oleh UNESCO sebagai Memory of the World atau Ingatan Dunia dalam situs resmi Memory of the World-UNESCO, 31 Oktober 2017.


Festival Panji pun digelar dalam rangka itu. Rangkaian festival akan berlangsung mulai 27 Juni sampai 13 Juli mendatang. Akan ada beragam kegiatan di dalamnya, mulai seminar, lomba bagi pelajar, kunjungan budaya, sampai pameran naskah, lukisan, topeng, dan lainnya.

"Panji merupakan kata yang cukup populer dan memiliki makna yang multitafsir, yaitu gelar kebangsawanan, bendera kebesaran, atau topeng atau penutup wajah," kata Restu.

Panji juga produk budaya yang patut untuk terus dilestarikan. (Antara/rsa)