Pentolan The Script Tuntut James Arthur Jiplak Lagu Hitnya

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 08:59 WIB
Pentolan The Script Tuntut James Arthur Jiplak Lagu Hitnya Pentolan band The Script Daniel O'Donoghue mengklaim lagu 'Say You Won't Let Go' milik James Arthur terlalu mirip dengan karyanya 'The Man Who Can't Be Moved.' (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pentolan band The Script Daniel O'Donoghue mengklaim lagu ballad populer Say You Won't Let Go milik James Arthur terlalu mirip dengan karya hitnya The Man Who Can't Be Moved.

O'Donoghue bersikeras bahwa melodi dan tempo Say You Won't Let Go milik Arthur yang dirilis pada 2016 hampir sama persis dengan The Man Who Can't Be Moved yang diluncurkan pada 2008 silam. Karenanya, ia melayangkan gugatan kepada penyanyi asal Inggris itu.

The Guardian melaporkan, untuk kasus ini, The Script diwakili oleh Richard Busch. Sang pengacara berargumen bahwa Arthur telah meraup US$20 juta atau sekitar Rp284 miliar. Karier Arthur disebut kembali berjaya setelah dikritik karena menulis lirik yang menghina Rita Ora dan komunitas LGBTQ pada 2013.



iTunes bahkan mengembalikan uang hasil penjualan album Arthur dan dia dikeluarkan dari label Simon Cowell, Syco. Namun, musisi kelahiran 1988 itu kembali ke label tersebut dua tahun kemudian.

[Gambas:Youtube]

Busch juga mengklaim Arthur berupaya untuk bertemu dengan para personel The Script setelah kehilangan kontrak rekaman pada 2014, dengan harapan kedua pihak bisa berkolaborasi untuk sebuah lagu comeback. Namun permintaan kala itu Arthur ditolak.

Arthur, papar Busch, kemudian merilis Say You Won't Let Go dua tahun setelah kejadian itu. Lagu itu diklaim menjiplak "esensi" The Man Who Can't Be Moved.

[Gambas:Youtube]


Billboards juga pernah melaporkan bahwa para penggemar sebelumnya sempat berkomentar soal persamaan kedua lagu: keduanya berbagi 4/4 meter yang sama, memiliki tempo yang sama, pengenalan gitar empat-bar, dan menggunakan melodi vokal dan struktur harmonik yang sama.

The Script bahkan disebut membayar seorang ahli musik untuk membuat laporan soal kedua lagu itu pada 2016. Busch telah meminta sidang juri untuk memutuskan bahwa Arthur melanggar hak cipta lagu itu dan menyerukan penghitungan seluruh keuntungan streaming, distribusi, penerbitan, dan pendapatan tur terkait lagu itu.

The Script juga ingin menuntut ganti rugi berdasarkan undang-undang.


Arthur, yang namanya meroket setelah memenangkan ajang pencarian bakat X-Factor Inggris pada 2012 lalu, pada 2016 sempat membantah klaim pelanggaran hak cipta yang diajukan.

"Ini sudah 2017, hanya ada tujuh not di musik," ujarnya.

"Semua lagu sedih terdengar sama. Orang-orang gelisah karena hal-hal seperti ini tanpa sebab," imbuhnya.


(res)