Properti 'Black Panther' Masuk Museum Afrika-Amerika di AS

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 26/06/2018 10:35 WIB
Properti 'Black Panther' Masuk Museum Afrika-Amerika di AS Black Panther akan masuk museum di Washington DC. (Courtesy Marvel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Black Panther begitu fenomenal, bahkan berbulan-bulan setelah film pahlawan super Marvel perdana dengan karakter yang dekat dengan kulit berwarna dan Afrika itu rilis.

Sampai-sampai, kini properti dari film Black Panther akan dipamerkan di Smithsonian's National Museum of African American History and Culture di Washington DC, Amerika Serikat.

Seperti diberitakan Ace Showbiz, barang yang dipamerkan termasuk kostum asli yang dikenakan Chadwick Boseman, aktor yang memerankan T'Challa alias Black Panther itu sendiri. Skenario film yang ditandatangani sutradara Ryan Coogler pun ikut dipamerkan.

Nama Kevin Feige sebagai bos Marvel sekaligus produser film itu juga tercantum di sana.


Menurut petinggi museum, Black Panther sampai dipamerkan karena ia merupakan tonggak sejarah yang cukup penting. Itu disampaikan melalui pengumuman yang ada di Twitter.

"Film dan koleksinya mengilustrasikan perkembangan kulit hitam di film, sebuah industri yang di masa lalu memandang rendah kulit hitam, atau menurunkan kulit hitam ke figur satu dimensi yang termarjinalisasi dan rata," para petinggi museum menyampaikan.

"Filmnya, seperti museum ini, memberi [kita] cerita yang lebih lengkap tentang budaya kulit hitam dan identitasnya," mereka melanjutkan, dalam sebuah artikel yang tautannya disampaikan melalui Twitter dengan tambahan tagar #WakandaForever, tagline Black Panther.

Museum juga menyebut Black Panther sebagai pahlawan super Afrika pertama yang muncul di komik mainstream Amerika. Tak heran jika saat difilmkan, di mana sutradara dengan sangat apik memasukkan kultur Afrika, ia menjadi salah satu pahlawan super terlaris.

Sayang, mengutip Ace Showbiz, tanggal pameran Black Panther di museum itu belum diumumkan.

Penciptaan karakter Black Panther sendiri mencerminkan sejarah. Ia dibuat pada 1960-an, saat gerakan persamaan hak-hak sipil tengah digemakan di Amerika Serikat. Selain muncul dalam film sendiri, Black Panther juga bergabung dengan Captain America dan Avengers. (rsa)