OBITUARI

GM Sudarta, 'Pengembus Nyawa' Satire Oom Pasikom

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 30/06/2018 11:23 WIB
GM Sudarta, 'Pengembus Nyawa' Satire Oom Pasikom Selamat Jalan GM Sudarta Oom Pasikom (CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kartunis Indonesia Gerardus Mayela Sudarta (GM Sudarta) meninggal dunia pada Sabtu (30/6) pada pukul 08.25 WIB.

GM Sudarta meninggal dalam usia 72 tahun.

GM Sudarta adalah pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah pada 20 September 1945. Pada 1965, ia mengenyam pendidikan senirupa dari Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Yogyakarta. Selang dua tahun, ia mulai mengisi kolom karikatur di harian Kompas edisi Minggu.



Nama GM Sudarta dikenal karena kiprahnya di dunia seni rupa, khususnya saat tokoh karikaturnya yang diberi nama Oom Pasikom muncul di harian Kompas Minggu sejak tahun 1967.

Gambar karikaturnya bukanlah gambar seni biasa, melainkan karikatur penuh kritik terhadap pemerintah serta isu dari dalam maupun luar negeri.

Sosok oom pasikom sendiri digambarkan sebagai seorang pria bertubuh sedikit gempal dengan hidung bulat. Dia memakai jas rapi bertambal dan juga bertopi golf kotak-kotak.

Sosok oom pasikom ini pun menjadi sangat lekat dengan citra GM Sudarta.

Saking populernya Oom Pasikom, sutradara Chaerul Umam pun menyutradarai film berjudul Oom Pasikom- Parodi Ibukota pada 1990.

Film Oom Pasikom ini dibintangi oleh Didi Petet, Desy Ratnasari, dan Lenny Marlina.

Deretan Prestasi

Selain mengisi kolom karikatur, Sudarta juga kerap menggelar pameran seni rupa. Tak hanya itu, karya-karya Sudarta juga rajin dibukukan. Di antaranya, Smile In Indonesia (1972), Senilukis Bali dalam 3 Generasi (1975), Indonesia 1967-1980 Kumpulan Kartun (1980), Humor Reformasi (1995), Reformasi Kumpulan Kartun (2000), Bunga Tabur Terakhir (2011), dan 50 tahun Oom Pasikom (2017).


Keahlian Sudarta telah diakui secara internasional. Tak ayal, Sudarta banyak menerima penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Hadiah Jurnalistik Adinegoro dan Trofi PWI (1983-1987), Best Cartoon of Nippon (2000), Gold Prize of Tokyo Nokai (2004).

Namun sebelum dikenal sebagai karikaturis Oom Pasikom, GM Sudarta sendiri ternyata juga pernah bekerja sama dengan Pramono untuk mendesain diorama Monumen Nasional.

Selain itu dia juga ikut dalam proses perancangan pembangunan Monumen Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Riwayat kesehatan

Sang 'Oom Pasikom' yang mendedikasikan hidupnya untuk seni kartun ini memiliki beberapa masalah kesehatan. Di tahun 2010, dia sempat menjalani operasi di tulang kering kaki kirinya dan harus dipasang platina akibat terjatuh di kamar mandi.

Sebelumnya, GM Sudarta juga divonis mengidap penyakit kronis Hepatitis C. Penyakit ini diklaim menggerogoti tubuhnya saat dia menjadi dosen tamu di Universitas Seika, Jepang.

Penyakit ini membuat dia akhirnya memilih menetap di Yogyakarta. Ayah dari putri kembar ini pun berkonsentrasi pada kesehatannya sembari terus berkarya.

Pameran 50 tahun kesaksian Oom Pasikom yang diadakan di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (9/5/2017) lalu ini menjadi pameran terakhirnya.

Tanggal 30 Juni 2018, sang maestro seni kartun dan pencipta Oom Pasikom GM Sudarta meninggal dunia.

Berita duka ini diungkapkan oleh akun Twitter resmi Harian Kompas.



Berita duka ini juga diungkapkan oleh akun twitter Panji Koming, sebuah tokoh ciptaan kartunis Dwi Koendoro.

"Sang Hyang Widhi memanggil seorang sahabat. Selamat Jalan GM Sudarta, selamat menikmati kebahagiaan nan abadi. kita berjumpa lagi kelak," tulis akun Panji Koming.

Akun Maman Suherman juga mencuitkan berita GM Sudarta meninggal dunia.

(chs)