Scarlett Johansson Dikritik karena Peran Transgender

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 05/07/2018 03:52 WIB
Scarlett Johansson Dikritik karena Peran Transgender Scarlett Johansson dikritik karena peran transgender. (REUTERS/Stefan Wermuth)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktris Scarlett Johansson menerima banyak protes keras setelah dilaporkan terlibat dalam film Rub & Tug. Ia disebut berperan sebagai gembong penjahat dari Pennsylvania dalam film garapan Rupert Sanders itu. Johannson menjadi Jean Marie Gill atau Dante 'Tex' Gill.

Sebelumnya, Johansson dan Sanders pernah bekerja sama dalam Ghost in the Shell.

Bukan soal gembong penjahat yang membuat Johansson diprotes. Masalahnya, Gill juga tokoh transgender. Menurut obituarinya, Gill merupakan seorang wanita yang lebih ingin dikenal sebagai pria. Dia bahkan disebut telah menjalani tahap awal operasi pergantian kelamin.



Tak ayal, itu membuatnya menjadi lebih terlihat maskulin.

Namun, banyak orang yang menganggap itu sebagai masalah karena Johansson bukan transgender sungguhan. Johansson menjawabnya dengan merujuk pada kesuksesan sejumlah aktor dan aktris yang pernah memerankan karakter serupa dengannya. Jared Leto termasuk yang disebutnya.

"Katakan kepada mereka [orang-orang yang memprotesnya] bahwa mereka juga bisa meminta perwakilan Jeffrey Tambor, Jared Leto, dan Felicity Huffman untuk berkomentar," kata Johansson, yang selama ini dikenal sebagai Black Widow di The Avengers, melalui perwakilannya.


Tiga bintang film yang disebutkan Johansson berhasil meraih pujian atas perannya sebagai karakter transgender. Tambor memenangi Primetime Emmy Award pada 2016 untuk perannya sebagai Maura Pfefferman (lahir sebagai Morton Pfefferman) di serial Netflix Transparent.

Leto menerima nominasi Oscar karena memainkan wanita transgender yang kecanduan narkoba dan terkena AIDS di Dallas Buyers Club (2013). Sementara Huffman dinominasikan untuk Oscar karena perannya sebagai wanita transgender bernama Bree dalam Transamerica (2005).

Atas komentarnya, dikutip dari Ace Showbiz, Johansson kembali mendapatkan kritik. Dia diduga tidak sepenuhnya peduli terhadap para transgender di dunia nyata. Aktris 33 tahun itu bahkan dianggap hanya mengincar penghargaan dari peran yang akan dimainkannya.


"Apa-apaan ini, ini komentar sampah Scarlett Johansson," cuit akun @cinemabite.

Dia menambahkan, "Ini sangat sulit. Dia [Johansson] mengakui Gill digambarkan sebagai seorang transgender dan menyalahkan tiga orang yang memenangkan penghargaan atau mendapat nominasi karena bermain transgender. Jadi jelas ScarJo tidak peduli dengan komunitas transgender dan menginginkan Oscar-nya."

Mengutip Ace Showbiz, Rub & Tug akan menampilkan kebangkitan Gill sebagai gembong penjahat pada era 1970-an di Pittsburgh. Ia menciptakan sebuah kerajaan panti pijat terlarang yang membuatnya kaya, sambil menyamar sebagai seorang pria.



Gary Spinelli didapuk untuk menulis naskahnya. Ia juga sekaligus menjadi produser, bersama Joel Silver, Tobey Maguire dan Johansson. (rsa)