FOTO: Menyibak Rahasia Dunia Prostitusi di Sudut Amsterdam

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 09:11 WIB

Amsterdam, CNN Indonesia -- Kawasan prostitusi 'red light district' De Wallen Amsterdam sudah terkenal di seluruh dunia. Di antara rumah bordilnya, ada museum berisi rahasia daerah itu.

Museum ini berdiri di bekas rumah bordil tempat seorang PSK ditemukan tewas terbunuh, Annie. Annie ditemukan tewas di sebuah malam akhir tahun 1956. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Rumah bordil itu kemudian dialihfungsikan sebagai museum dan dibuka pada 2014 lalu, setelah prostitusi menjadi profesi legal di Belanda pada 2000. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Museum itu memiliki sejumlah ruangan yang menggambarkan kondisi sesungguhnya di balik jendela para PSK, termasuk ruangan untuk menjamu pelanggan. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Museum ini mencoba menggambarkan dan memberikan edukasi kepada pengunjung tentang pekerjaan prostitusi, profesi tertua dalam sejarah peradaban manusia, termasuk salah satu gaya seks yang populer diminta pelanggan, BDSM. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Salah satu pameran yang ditunjukkan dalam museum tersebut adalah beberapa benda pelanggan yang tertinggal di tempat para PSK. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Museum ini juga menyajikan data dunia prostitusi di dunia, seperti jumlah para PSK, biaya yang dihabiskan sekali mengunjungi PSK, dan data-data terkait. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Menurut data dari Museum of Prostitute, setidaknya ada 900 PSK yang beroperasi di kawasan red light district De Wallen, dengan 5,4 juta wisatawan mampir ke lokalisasi itu setiap tahunnya. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Beberapa dari mereka yang berkunjung ke museum juga menceritakan pengalaman mereka berhubungan dengan dunia prostitusi hingga pengalaman seksual mereka. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Museum ini bak menjadi penerang bagi mereka yang penasaran akan dunia remang-remang prostitusi. Pun museum ini disebut menjadi yang pertama dan satu-satunya berkaitan dengan dunia malam itu. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)