Bintang 'Transformers' Bela Oscar Soal Kategori Populer

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 10:49 WIB
Bintang 'Transformers' Bela Oscar Soal Kategori Populer Bintang 'Transformers: The Last Knight' Mark Wahlberg menilai banyak film populer yang berkualitas baik dan layak mendapatkan penghargaan seperti Oscar. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak semua sineas kesal dengan keputusan Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS) menambah kategori populer untuk ajang Academy Awards atau Oscar selanjutnya. Mark Wahlberg justru mendukung keputusan itu.

"Mungkin seandainya mereka memiliki kategori itu sebelumnya, kami sudah memenangkan beberapa piala," kata bintang Transformers dan Ted tersebut.

"Kita telah memiliki sejumlah film yang amat sukses secara komersial yang kami pikir saat ini berhak mendapatkan pengakuan semacam itu," lanjutnya.


"Kita membuat film yang kita ingin orang menikmatinya dan bila kita mendapatkan penghargaan seperti itu [Oscar], fantastis. Bila tidak, kami membuat film untuk dinikmati penonton," kata Wahlberg.


Wahlberg pernah mendapatkan nominasi dalam kategori Aktor Pendukung di Oscar atas perannya di The Departed (2006) dan sebagai produser melalui film The Fighter (2010).

Baru-baru ini, Wahlberg terlibat dalam film Mile 22 yang juga dibintangi oleh aktor Indonesia, Iko Uwais. Film itu sendiri baru mengadakan malam premier pada Jumat (10/8) malam waktu Los Angeles.

"Ada banyak film bagus di luar sana yang populer dan belum dikenal yang mungkin layak diakui," kata Wahlberg.

Keputusan pihak AMPAS menambah kategori baru yang dikhususkan untuk film komersil banyak mendapatkan cibiran dari anggota lembaga tersebut. Keputusan tersebut disebut hanya upaya AMPAS mendongkrak rating yang terus turun selama beberapa tahun terakhir.


"Kami benar-benar kesal," kata seorang sineas yang tak ingin disebutkan namanya kepada Hollywood Reporter, menanggapi keputusan final The Academy tersebut.

Sumber tersebut mengatakan bahwa sejumlah spekulasi beredar usai keputusan 'populer' itu dikemukakan, antara lain sejumlah kategori 'kecil' seperti live action, animasi, dan dokumenter pendek akan ikut kena dampaknya.

"Saya jelas mengira kategori seperti sound editing dan mixing akan dipangkas," tambah sumber tersebut. "Atau mungkin editing, mungkin juga [kategori] tata rias,"

"Saya khawatir ini justru akan merendahkan [kualitas Oscar]," kata seorang anggota AMPAS yang berkecimpung di dunia film editing.



Variety juga menyebutkan bahwa salah satu penyebab protes para anggota AMPAS atas keputusan tersebut adalah tidak adanya keterbukaan kepada seluruh anggota yang berjumlah kurang lebih enam ribu sineas.

"Mereka harus membuka ini kepada semua anggota," kata salah satu anggota AMPAS yang tak ingin disebutkan namanya kepada Variety.

Di sisi lain CEO AMPAS Dawn Hudson, dalam pernyataannya, mengatakan bertekat menghasilkan acara Oscar yang lebih baik dari pada sebelumnya.

"Kami berkomitmen untuk menghasilkan pertunjukkan yang menghibur dalam tiga jam. Hal itu akan memberikan Oscar akses yang lebih mudah untuk pemirsa di seluruh dunia," kata Hudson. (end)