Pejalan Kaki Tak Sengaja Temukan Tembok Berlin yang Hilang

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 15/08/2018 21:09 WIB
Pejalan Kaki Tak Sengaja Temukan Tembok Berlin yang Hilang Sekelompok pejalan kaki tersandung dan tak sengaja menemukan potongan Tembok Berlin yang hilang nyaris 30 tahun lalu. (Dok. Wikimedia/CC BY-SA 3.0/Magnus Manske)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok pejalan kaki tak sengaja menemukan bagian Tembok Berlin yang hilang pada Selasa (14/8) di dekat kantor Badan Intelijen Federal (BND) di barat laut ibu kota Jerman tersebut.

Medial lokal DW mengabarkan bahwa penemuan itu bertepatan dengan peringatan ke-57 tahun pembangunan tembok yang memisahkan Berlin dan Jerman menjadi dua bagian tersebut.

"Saya amat terkejut dengan penemuan kembali bagian yang masih ada ini," kata konselor kota Ephraim Gothe.



Gothe merupakan salah satu dari kelompok warga yang ikut menemukan Tembok Berlin yang 'hilang' itu. Bagian itu memiliki tinggi 20 meter dan semula tertutup oleh rimbunnya semak-semak.

Bagian tembok bersejarah itu merupakan bagian dari pertahanan luar yang dibangun untuk memperkuat keamanan ke dinding utama.

Dikabarkan, penemuan itu terjadi ketika Gothe dan anggota kelompok lainnya tersandung bagian dari dinding tersebut di dekat kantor BND.

Pihak The Berlin Wall Foundation memastikan struktur bangunan tersebut adalah asli.


"Selalu ada bagian baru yang lebih kecil yang ditemukan di suatu tempat di kota ini," kata perwakilan The Berlin Wall Foundation Gesine Beutin, dikutip dari DW.

Tembok Berlin mulai dibangun pada 13 Agustus 1961 dan dibangun oleh Republik Demokratik Jerman alias Jerman Timur dan membagi Berlin menjadi dua, Barat dan Timur.

Blok Timur menyebut tembok ini dibangun untuk melindungi warganya dari elemen fasis yang dapat memicu gerakan-gerakan besar sehingga mereka dapat membentuk pemerintahan komunis di Jerman Timur.

Tembok ini kemudian diruntuhkan pada 1989 seiring dengan melemahnya pengaruh pemerintahan komunis Uni Soviet di sejumlah negara di Eropa. (end)