Tak Ada Adegan Tancap Bendera, Film Neil Armstrong Dikritik

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 01/09/2018 15:11 WIB
Tak Ada Adegan Tancap Bendera, Film Neil Armstrong Dikritik Film biopik Neil Armstrong yang menceritakan pendaratan di bulan akan diluncurkan pada 12 Oktober. (dok. nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak-anak Neil Armstrong serta sutradara film biopik astronot yang pernah mendarat di bulan itu membantah tudingan bahwa film itu tidak patriotik.

Tudingan itu muncul karena film bertajuk First Man tersebut tidak menampilkan adegan menancapkan bendera di bulan.

Melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan Jumat (31/8), Rick dan Mark Armstrong mengatakan bahwa film yang akan dibintangi Ryan Gosling itu dibuat untuk menggambarkan perjalanan Neil ke bulan dan membedah sosok di balik mitos.


"Cerita ini soal manusia dan bersifat universal," kata Armstrong bersaudara itu dalam pernyataan bersama yang juga ditandatangani penulis naskah First Man James Hansen.

"Tentu saja, ini merupakan perayaan dari keberhasilan Amerika. Ini juga merayakan keberhasilan umat manusia, seperti tertulis dalam plakat yang ditinggalkan Neil dan Buzz (Aldrin) di bulan."

Ketiga pria ini menyatakan bahwa mereka tidak merasa bahwa film menggambarkan sikap "anti-Amerika".

"Justru sebaliknya," kata mereka. "Tapi jangan telan mentah-mentah perkataan kami. Kami mendorong semua orang untuk melihat film luar biasa ini dan membuktikannya sendiri."

Gosling, yang memainkan Neil Armstrong di film itu dan sutradara Damien Chazelle juga menyerang balik para pengritik yang menyatakan bahwa film ini tidak mencerminkan Amerika karena tidak menampilkan adegan menanam tiang bendera yang dianggap ikonis.

"Di First Man, saya menunjukkan bendera Amerika tegak di permukaan bulan, tapi peristiwa bendera yang ditanamkan di permukaan bulan adalah satu dari sebagian momen dari Apollo 11 yang tidak saya detailkan," kata Chazelle dalam pernyataan kepada Variety.

"Apakah ini merupakan pernyataan politik, maka saya jawab 'bukan'."

"Tujuan saya membuat film ini adalah untuk berbagi dengan para penonton, bagian-bagian dari misi ke bulan yang tak banyak diketahui, terutama pergelutan pribadi Neil Armstrong, hal-hal yang ia pikirkan dan rasakan dalam beberapa jam itu."

Salah satu pihak yang mengkritik film itu adalah Marco Rubio, senator partai Republik yang pernah gagal mencalonkan diri sebagai kandidat presiden AS.

"Ini benar-benar gila," kata Rubio lewat akun Twitternya pada Jumat, merujuk pada ketiadaan adegan menanamkan bendera.

"Dan juga kegagalan untuk mengingatkan orang-orang bahwa kita bisa mencapai sesuatu jika bekerja sama. Rakyat Amerika membiayai misi tersebut, pada roket yang dibuat oleh rakyat Amerika, menggunakan teknologi Amerika, dan juga membawa astronot Amerika. Ini bukan misi PBB."

First Man akan ditayangkan di Festival Film Venice pekan ini dan akan dirilis di bioskop-bioskop AS pada 12 Oktober.
(vws)