Empat Kasus Museum yang Pernah Tertimpa Musibah

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 03:11 WIB
Empat Kasus Museum yang Pernah Tertimpa Musibah Sejumlah museum di dunia pernah dirundung musibah, mulai dari teror, kebakaran, hingga pencurian berulang kali. (REUTERS/Ricardo Moraes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musibah memang tak pernah pandang bulu. Museum sebagai lokasi penyimpanan dan edukasi barang peninggalan yang langka nan berharga pun, tak luput dari bencana.

Selain kebakaran tragis Museum Nasional Brasil terjadi beberapa saat lalu (2/9), insiden terorisme hingga pembunuhan berdarah pernah dialami berbagai museum lain di dunia.

Berikut sejumlah museum yang pernah dirundung musibah.



Teror Golok

Turis Mesir Abdallah el-Hamahmy menjadi tersangka teror karena menyerang tentara penjaga Museum Louvre dengan golok pada Februari 2016 lalu.

Pria yang bekerja sebagai manajer penjualan itu dikaitkan dengan kelompok teroris ISIS. Hal itu dipicu dari kicauannya di media sosial sesaat sebelum melakukan penyerangan yang menyebutkan serangan tersebut dilakukan atas nama umat Islam.

Meski tidak ada barang yang dirampas dari museum yang paling dikunjungi di dunia itu, dugaan terorisme tersebut seakan membuka luka lama dari bom Paris November 2015 yang dilakukan ISIS.

Kebakaran Fosil Dinosaurus

Nasib Museum Sejarah Nasional di Delhi, India, tak jauh beda dengan Museum Nasional Brasil. Seluruh koleksi yang ada dalam gedung enam lantai itu habis dilahap si jago merah pada April 2016.

Salah satu koleksi paling berharga yang hangus adalah tulang dinosaurus Sauropoda yang diperkirakan hidup 160 juta tahun lalu.

Insiden itu disebut menjadi kerugian besar Pemerintah India, karena peninggalan dari binatang darat terbesar sepanjang sejarah dunia itu nyaris tak mungkin dikembalikan lagi.


Serangan Bersenjata

Sekelompok pria bersenjata dan berpakaian militer membunuh 19 orang pada siang hari di Tunisia pada Maret 2015. Korban tersebut terdiri dari turis mancangeara dan warga lokal.

Aksi itu dilancarkan di museum yang dianggap sebagai wilayah paling ramai turis di negara bekas jajahan Perancis tersebut.

Diduga, serangan itu dilakukan atas dasar motif politik agama karena Tunisia bersikukuh menjadi negara demokrasi dan berhasil melaksanakan pemilihan presiden pertama setelah Arab Spring terjadi.

Pencurian Koleksi

Tercatat setidaknya sudah 7 kali museum di Indonesia kemalingan peninggalan berharganya.

Di antaranya, momen buruk terjadi di Museum Nasional Indonesia pada 2013. Museum yang terletak di Gambir, Jakarta Pusat ini terpaksa mengelus dada karena kehilangan empat artefak emas zaman Belanda yang setara dengan puluhan miliaran rupiah.

Sayang, tak ada jejak yang ditemukan selain sidik jari pada lemari kaca. Kamera CCTV pun pada waktu itu hanyalah 'pajangan' sebab sudah dua bulan tak berfungsi.

Ada lagi Museum Sang Nila, Riau, yang kecolongan tiga keris khas Melayu, satu pedang Melayu Sondang, satu piring celadon emas, satu kendi peninggalan era VOC, dan satu kendi janggut pada Maret 2017. Ditaksir kerugian melebihi 50 juta, namun nilai sejarah barang itu tak bisa dibeli dengan uang. (tsy/end)