Ritual Penyembelihan Hewan Diprotes di Sri Lanka

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 07:22 WIB
Ritual Penyembelihan Hewan Diprotes di Sri Lanka Ilustrasi. (Anadolu Agency/Mahendra Moonstar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ritual penyembelihan hewan di pura-pura Hindu tak lama lagi akan dilarang, setelah pemerintah Sri Lanka mengumumkan sedang menimbang aturan baru terkait hal tersebut pada Rabu (12/9), seperti yang dikutip dari AFP.

Rencana atas larangan penyembelihan hewan berawal dari gelombang protes yang muncul dari penduduk negara dengan mayoritas pemeluk Buddha itu.


Rancangan aturan dari Dewan Perwakilan Rakyat Sri Lanka nantinya akan diteruskan kepada Departemen Agama Hindu Kementerian Agama Sri Lanka.


Diharapkan, ritual kuno warisan nenek moyang itu tak lagi dilakukan.

"Rancangan aturan sedang disiapkan untuk melarang penyembelihan hewan dan burung di Kuil Hindu," kata tulis keterangan resmi dari pemerintah Sri Lanka.


Dalam prosesi keagamaan, pemeluk agama Hindu biasa menyembelih kambing, ayam, dan kerbau, sebagai ritual mendatangkan kebaikan di masa depan.

Ritual warisan leluhur ini membuat kelompok pecinta fauna marah dan sedih, begitu juga dengan sebagian besar penduduk Sri Lanka.

Rencana aturan baru ini sudah menjadi perbincangan sejak lama.

Pemeluk agama Hindu berjumlah 12 persen dari total penduduk Sri Lanka yang berumlah 21 juta jiwa.

Sebagan besar penduduk Sri Lanka memeluk agama Buddha.

Islam menjadi agama ke-tiga di negara ini. Sama seperti Hindu, agama Islam juga memiliki ritual penyembelihan hewan.

Tapi tampaknya aturan baru itu hanya akan diterapkan untuk pemeluk agama Hindu.

Ketegangan antar umat beragama telah beberapa kali terjadi di Sri Lanka.

Sebelumnya aksi protes pendukung gerakan anti-Islam pada Maret kemarin telah menewaskan tiga orang dan meluluhlantakkan sejumlah rumah, masjid dan bangunan pertokoan.

(ard)