Satu film yang mewakilkan Indonesia dipilih oleh Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) setelah ditujukan oleh Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS) selaku penyelenggara Oscar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu kemungkinan film Indonesia masuk nominasi dan meraih penghargaan Best Foreign Languange lebih besar.
Menurut Christine Hakim film yang biasanya menang Best Foreign Languange adalah film dengan tema sederhana.
"Ihwal persoalan rumah tangga, dan bukan (film) yang kolosal," kata seperti dilansir Antara Juli lalu.
Pun Joko Setuju dengan pendapat Christine.
Ia juga merasa film dengan tema yang sederhana berpeluang memenangkan Best Foreign Languange.
Setiap tahun Oscar memang memberi kesempatan bagi film berbahasa non-Inggris untuk berkompetisi.
Puluhan bahkan ratusan negara mengirimkan satu film perwakilan resmi yang diseleksi menjadi lima nominasi.
Setelah itu akan dipilih kembali satu film yang berhak membawa pulang Piala Oscar.
Tahun lalu film 'Turah' terpilih untuk mewakilkan Indonesia pada kategori Best Foreign Languange.
Sayang 'Turah' kandas ditengah jalan dan tidak masuk nomonasi Best Foreign Languange.
Indonesia sudah sejak 1987 mendaftarkan film ke Oscar.
Saat itu yang menjadi jagoan adalah 'Nagabonar', garapan M.T. Risyaf.
Film lain yang pernah dikirimkan ke Oscar termasuk 'Tjoet Nja' Dhien', 'Daun di Atas Bantal', 'Ca Bau Kan', 'Biola Tak Berdawai', 'Gie', 'Berbagi Suami', 'Denias Senandung di Atas Awan', 'Alangkah Lucunya (Negeri Ini)', 'Sang Penari', dan 'Sang Kiai'.
Meski sering mengajukan film, belum ada film Indonesia yang masuk nominasi Best Foreign Languange.
(ard)