Avatar 'Aang' Bakal Muncul Versi Live-Action di Netflix

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 20/09/2018 04:34 WIB
Avatar 'Aang' Bakal Muncul Versi Live-Action di Netflix Netflix mengumumkan akan membuat serial live-action yang didasarkan dari seri animasi 'Avatar: The Last Airbender' atau kisah si avatar Aang pengendali angin. (Dok. Nickelodeon Animation Studios via imdb.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Layanan streaming Netflix mengumumkan mereka akan membuat sebuah serial live-action yang didasarkan dari seri animasi 'Avatar: The Last Airbender' atau yang juga dikenal sebagai si avatar Aang pengendali angin.

Acara baru ini akan dibuat berdasarkan hasil ciptaan kreator asli, Michael DiMartino dan Bryan Konietzko, yang akan bertindak sebagai pelaksana acara dan produser eksekutif.

Serial ini pun merupakan kerja sama Netflix dengan studio pencipta Avatar: The Last Airbender, Nickelodeon, dan akan mulai proses produksi pada 2019.


Kisahnya masih sama dengan versi animasi. Seri ini akan mengikuti kehidupan Aang, pengendali angin yang tersisa dan calon avatar, bersama teman-temannya.


Latar tempat mereka pun senada, yaitu ketika bangsa-bangsa yang berdasarkan elemen terpecah karena serangan Negara Api.

Masing-masing bangsa yang berdasarkan sebuah elemen tersebut memiliki pengendali elemennya. Sedangkan seorang avatar akan terpilih di antara para pengendali elemen tersebut untuk menjadi pengendali semua elemen.

Dengan kekuatan tersebut, seorang avatar mampu untuk membuat keseimbangan di dunia. Namun avatar yang terakhir kali ada telah hilang.

Aang, sebagai pengendali angin terakhir dan memiliki takdir sebagai calon avatar, bersama teman-temannya harus menyelamatkan dunia dengan melawan Raja Api Ozai dan serangan dari Negara Api.


"Kami senang atas kesempatan membuat adaptasi live-action dari 'Avatar: The Last Airbender'," kata Konietzko dan DiMartino dalam pernyataannya.

"Kami tak sabar mewujudkan dunia Aang secara visual sesuai dengan yang kami bayangkan, dan dengan sebuah pendekatan budaya, pemain tak melulu orang kulit putih," lanjutnya.

"Ini kesempatan sekali dalam hidup untuk membangun karya hebat semua orang di versi animasi asli dan menggali lebih dalam pada karakter, cerita, aksi, dan dunianya," kata keduanya dalam pernyataan dikutip dari Variety.

Kisah serial animasi The Last Airbender atau yang di Indonesia dikenal dengan Legend of Aang tersebut aslinya tayang di Nickelodeon pada Februari 2005 hingga Juli 2008.

[Gambas:Youtube]

Serial tersebut menerima pujian dari para kritikus dan mendapatkan sejumlah penghargaan, seperti Annie Awards, Genesis Awards, Primetime Emmy Award, dan Peabody Award.

Sebelumnya serial animasi Aang sempat dibuat versi live-action untuk layar lebar, yaitu The Last Airbender (2010). Namun film tersebut dicaci kritikus dengan diberi nilai enam persen di laman agragator Rotten Tomatoes dengan nilai box office US$319 juta dari biaya produksi US$150 juta.

Serial Avatar: The Last Airbender sendiri sempat dibuat sekuelnya, The Legend of Korra yang mengisahkan tentang Korra, avatar yang merupakan reinkarnasi dari Aang. (end)