Royal Opera House London Tak Ingin Seni Opera Dianggap Elite

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 21/09/2018 03:05 WIB
Royal Opera House London Tak Ingin Seni Opera Dianggap Elite Royal Opera House London. (REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesenian opera selama ini dianggap sebagai kesenian kaum elite yang membosankan. Pengelola Royal Opera House (ROH) London tak ingin kesan tersebut membuat pertunjukkan yang digelarnya sepi penonton, khususnya dari kalangan anak muda.

Dikutip dari AFP pada Kamis (20/9), tahun ini ROH berencana untuk membuat suasana opera yang lebih kekinian. Salah satunya dengan membangun ruangan teater baru, Linbury Theatre, yang berkapasitas 406 orang.

Ruangan Linbury Theatre akan resmi dibuka pada 3 Desember mendatang.


Program pertunjukkan yang bakal berlangsung di sana disebut akan lebih mengikuti perkembangan zaman demi menanggalkan kesan elitis.

"Penting bagi kamu untuk mengubah persepsi tersebut," kata Direktur Opera ROH, Oliver Mears.

"Pertunjukkan tetap diselenggarakan dengan konsep yang terbaik dan kami ingin lebih banyak orang yang datang menontonnya," lanjutnya.

Ruangan teater yang berada di "bawah tanah" bangunan ROH yang berlokasi di kawasan Convent Garden itu diselipi teknologi akustik tercanggih.

[Gambas:Instagram]

Salah satu dari empat pertunjukkan kelas dunia yang digelar di sana setelah diresmikan ialah 'The Monstrous Child' karya Francesca Simon.

Bos ROH, Alex Beard, mengatakan kalau pihaknya juga akan menekan harga tiket sehingga dapat "mengubah cara pandang dunia terhadap dunia ini."

"Kami ingin menggelar pertunjukkan yang lebih mengejutkan, seru dan berwarna," kata Beard.

"Selama ini yang kita tahu pertunjukkan opera menghadirkan orang-orang yang bernyanyi di atas panggung. Itu sejatinya. Dan pertunjukkan yang akan datang akan lebih membawa banyak cerita, karena orang gemar menyaksikan cerita di atas panggung," lanjutnya.

Meski demikian, pembangunan ruangan Linbury Theatre bukan tanpa tantangan.

Saat proses pembangunan, para pekerja menemukan kubangan air besar di bagian bawah tanah.

Mereka harus bekerja ekstra keras untuk mengeringkannya.

Pembangunan Linbury Theatre telah dilakukan sejak tiga tahun lalu dan menghabiskan dana sekitar US$66,7 juta (sekitar Rp989 miliar).

Selain ruangan teater, ROH juga membangun area kafe dan ruangan terbuka, sehingga lebih banyak acara yang bisa digelar saat siang hari.

[Gambas:Instagram]

(ard)