Sejumlah Spekulasi di Balik Hilangnya Aktris Fan Bingbing

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 02:35 WIB
Sejumlah Spekulasi di Balik Hilangnya Aktris Fan Bingbing Fan Bingbing. (REUTERS/Yves Herman)
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktris Fan Bingbing menghilang bak ditelan bumi sejak terlibat kasus dugaan penggelapan pajak.

Terhitung sudah tiga bulan ia tidak terlihat dari publik bahkan media sosial, padahal ia dikenal aktif di dunia maya.

Melansir NME, dugaan penggelapan pajak tercium saat Fan melakukan pembayaran yang tidak sah pada Mei lalu.


Bukti penggalapan pajak Fan terlihat pada foto yang diunggah oleh pembawa acara televisi bernama Cui Yongyuan.

Foto itu memuat kontrak pembayaran yang dinilai tidak sah.

Aktris berusia 36 tahun ini diduga menggunakan kontrak ganda yang disebut sebagai kontrak 'yin dan yang'.

Satu kontrak memuat pendapatan yang sebenarnya, dan yang lain digunakan untuk menghindari pajak.

Belum diketahui secara pasti kontrak tersebut berkaitan dengan apa. Namun studio miliknya, Fan Bingbing Studio, membantah telah melakukannya.

Fan sendiri merupakan salah satu aktor China dengan bayaran tertinggi.

Tahun lalu ia memuncaki daftar aktor China dengan bayaran tertinggi versi Forbes dengan bayaran 33,5 juta poundsterling atau setara dengan Rp648,8 miliar.

Besar dugaan Fan menggelapkan pajak karena sejak Juli pemerintah China tengah mengambil langkah agar pendapatan pajak dari industri huburan lebih besar.

Selain itu pemerintah China tengah mengambil langkah tegas untuk mengatasi penggelapan pajak.

Melansir Time, bahkan pemerintah China telah menetapkan bayaran untuk aktor dalam film.

Aktor tidak boleh mendapat bayaran lebih dari 70 persen total bayaran seluruh pemain atau lebih dari 40 persen biaya produksi.
Keberadaan Fan yang tidak diketahui sampai saat ini menimbulkan sejumlah spekulasi.

Ada yang beranggapan Fan telah ditangkap oleh pihak berwajib di China, ada yang beranggapan kehilangan Fan berkaitan dengan industri hiburan yang berhubungan serta dikendalikan elit politik China.

Melansir The Guardian, para ahli berpendapat kasus hilang Fan yang seperti tidak ditanggapi serius merupakan indikasi dari kepentingan bisnis dan politik bertemu. 

Dengan cepat dunia hiburan yang sarat bisnis berubah menjadi kepentingan politik.

[Gambas:Instagram]

Profesor Stanley Rosen dari Universitas Southern California yang mempelajari industri film China berpendapat Fan terlalu terkenal sehingga mengganggu kenyaman partai penguasa China. 

Secara tidak langsung partai memberi pesan 'tidak ada yang aman.

"Intinya mengintimidasi selebriti dengan pengikut besar sehingga mereka tidak terlalu independen dan berfungsi sebagai suara alternatif pada isu-isu," kata Stanley seperti dilansir The Guardian.
Menengok kebelakang, Fan sudah berkecimpung di dunia seni peran sejak tahun 1990an.

Namanya terus meroket sampai berperan sebagai Blink dalam film 'X-Men: Days of Future Past' (2014).

Bersamaan dengan kariernya yang semakin menanjak, penggemar Fan semakin banyak.

Fan memiliki 60 juta pengikut di Weibo. Selain itu Fan diketahui menggembangkan sekumpulan penggemar. 

Sejumlah penggemar menyebutnya sebagai Fan Ye, istilah yang berarti pria berkedudukan tinggi di China.

Spekulasi keterlibatan elit politik dalam industri hiburan China semakin kuat setelah berita pada 6 September lalu yang menyatakan Fan akan mendapat perlakuan hukum hilang. 

Dilaporkan Time, pemerintah China menolak berkomentar tentang keberadaan Fan, dengan begitu status hukum menjadi tidak jelas.

(adp/ard)