Music at Newsroom

Pacar dan Saudara, Ujian Profesionalitas Reality Club

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 16:20 WIB
Pacar dan Saudara, Ujian Profesionalitas Reality Club Di tengah nama yang melambung, band Reality Club menghadapi tantangan profesionalitas mereka. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dapat dikatakan band Reality Club tengah naik daun. Selain cukup sering tampil di berbagai festival musik, mereka baru saja mendapat dua nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2018 untuk kategori Pendatang Baru Terbaik Terbaik dan Karya Produksi Alternatif Terbaik lewat lagu Is It The Answer?.

Capaian itu tidak diraih Reality Club dengan mudah. Sebelumnya mereka harus merekrut personel karena ada satu personel yang keluar. Belum lagi band yang terbentuk sejak 2016 ini merekam lagu secara home recording karena tak memiliki uang yang cukup.

Belum berhenti di situ, ujian lain datang dari perasaan antar personel. Bukan soal uang atau kekurangan personel, ujian kali ini adalah profesionalitas. Tepatnya ujian untuk vokalis Fathia Izzati.



Cia, sapaan karib Fathia, berada dalam satu band bersama kakak dan pacarnya. Kakaknya, Faiz Novascotia Saripudin sebagai gitaris dan pacarnya, Iqbal Anggakusumah sebagai gitaris.

"Alhamdulilah sih belum pernah yang berantem parah. Kalo ada kesel ya dipendem dulu, tapi enggak pernah ngerasa beban gitu. Belum sih," kata Cia saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Drummer Era Patigo menjelaskan Faiz memiliki peran besar dalam Reality Club dari segi karya. Faiz merupakan personel yang paling sering membuat lagu. Sayang saat ini Fariz tengah menimba ilmu di Belanda.

Faiz, kata Cia, aktif berkomunikasi dengan personel dan bahkan aktif menjalankan media sosial Reality club. Hampir setiap selesai manggung, Faiz membuka Instagram Reality Club untuk menyukai unggahan orang.


Era menolak memberi tahu kapan Faiz akan kembali. Menurutnya kehadiran Faiz di Indonesia nanti akan menjadi kejutan bagi penggemar Reality club.

"Akan menjadi sesuatu ketika dia balik," Cia menambahkan.

Iqbal menjadi gitaris satu-satunya selama Faiz menimba ilmu, dengan begitu perannya tidak kalah penting. Ia harus tampil apik tanpa peduli sedang bagaimana hubungan percintaannya dengan Cia.

"Band dan pacaran itu beda kamar. Kalau lagu bermusik ya bermusik, kalau lagi pacaran ya pacaran," kata Iqbal.

Pun begitu dengan Cia, ia mengaku profesional dan tidak pernah mencanpuri urusan asmara dengan band. Ia tidak ingin band yang ia bangun terbelah hanya karena percintaan. (adp/end)