Filantropi, 'Asupan Hati' bagi Melly Goeslaw

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 19:58 WIB
Filantropi, 'Asupan Hati' bagi Melly Goeslaw Melly Goeslaw mengakui dirinya 'keterusan' melakukan aksi sosial kemanusiaan alias filantropi. (Detikcom/DetikHOT/Noel)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kesuksesan sosok Melly Goeslaw di belantika musik Indonesia tak membuatnya lupa untuk turut andil membangun masyarakat yang telah memberi dirinya begitu banyak cinta.

Walau dirinya tak luput dari berbagai komentar miring, Melly tetap bersungguh-sungguh membantu rekan-rekan musisi serta masyarakat Indonesia yang membutuhkan bantuan melalui berbagai kegiatan kemanusiaan atau filantropi.

Rasa peduli ini bermula delapan tahun silam. Saat dirinya manggung di salah sebuah acara Pemerintah Kota Bandung, pengiring musiknya kala itu merupakan pengiring musiknya saat kecil dahulu.


Kondisi para pemusik ini cukup memprihatinkan sehingga membuat Melly langsung berkaca tentang kesejahteraan musisi dan seniman di Indonesia. "Saya miris karena waktu berlalu tapi orang-orang ini masih jadi pengiring. Terlebih ada yang sudah sakit dan sebagainya," kata Melly.
Berakar dari keprihatinan tersebut, pelantun lagu 'Ada Apa Dengan Cinta' itu berinisiatif membentuk sebuah paguyuban yang bertujuan membantu rekan-rekan artis atau seniman yang membutuhkan bantuan dana.


Ia menghubungi rekan-rekan artis yang juga berasal dari Bumi Pasundan dan akhirnya membentuk sebuah paguyuban yang diberikan nama Gabungan Artis dan Seniman Sunda (GASS).
"Kami kan kaum tanpa uang pensiun, tapi kita punya korps. Korps-nya ini ya rekan-rekan artis atau seniman itu sendiri. Kita harus guyub," ujar Melly.
Pada awalnya, GASS hanya memfokuskan diri melakukan penggalangan dana untuk artis atau seniman yang sedang sakit atau membutuhkan dana. Namun seiring berjalannya waktu, GASS berkembang dengan turut mengumpulkan dana untuk korban bencana alam.
"Kita sekarang lagi buat (penggalangan dana) untuk Palu dan Donggala. Ya gitu jadinya, keterusan. Buat saya, itu salah satu asupan hati sih. Capek tapi puas," ujar Melly.

Bukan hanya menggalang dana, Melly melakukan usaha yang lebih ekstra untuk membantu para korban bencana dengan datang langsung ke tempat kejadian di beberapa kesempatan.

Pada Desember 2017 silam, ia pergi ke tempat penampungan pengungsi Palestina dan pada September silam ia mengunjungi para korban gempa Lombok secara langsung. Bahkan pada Januari mendatang ia akan berangkat ke Palestina untuk bergabung dengan gerakan peduli Palestina.
"Sudah tahun keenam gabung ke gerakan Palestina. Yang saya rasain miris ya, mereka [anak-anak pengungsi enggak punya ayah atau ibu tapi enggak bisa diangkat anak oleh siapapun karena status mereka kan melarikan diri dari negara alias buron. Mereka enggak tahu sampai kapan akan mengungsi," jelasnya.
Pengalaman menjadi relawan ini membuat Melly menjadi lebih bersyukur. Berkaca dari kekuatan semangat para korban bencana dan pengungsi tersebut, perempuan kelahiran 1974 itu turut menyadari bahwa dirinya adalah orang yang lemah.
"Bersyukur dan ternyata yang saya rasakan, saya adalah orang yang lemah. Kita semua itu orang yang lemah karena tidak terpilih. Mereka terpilih sama Allah untuk menjalankan ini karena memang kuat," ujar perempuan bernama asli Meliana itu.

Berbagai pengalaman mewarnai hidup seorang Melly Goeslaw, pada akhirnya justru menguatkannya. Ia menyadari, sebagai seorang publik figur, masih ada banyak hal yang bisa ia lakukannya untuk orang lain.
(dna/rea)