Dinilai Terlalu Seram, Iklan Spotify Dicabut

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 13:34 WIB
Dinilai Terlalu Seram, Iklan Spotify Dicabut Menyambut Halloween, Spotify menayangkan iklan yang kemudian dilarang lantaran dianggap terlalu menakutkan. (Foto: Dok. Spotify via youtube (ads channel))
Jakarta, CNN Indonesia -- Iklan layanan musik streaming Spotify dicabut dari televisi Inggris Raya karena dinilai terlalu seram. Pada iklan yang bercerita tentang pemutaran musik itu terdapat unsur film horror.

Adalah Advertising Standards Authority (ASA) yang melarang iklan tersebut. Mereka menilai iklan yang menyerupai trailer film itu bisa menakuti anak-anak.

"Iklan itu berlatar tempat di rumah, termasuk waktu saat akan tidur dan menampilkan boneka. Artinya itu sangat mungkin menakutkan bagi anak-anak yang melihat," pernyataan ASA yang dilansir NME.




Pihak Spotify menjelaskan bahwa iklan tersebut bertujuan untuk mempromosikan layanan musik streaming. Mereka tak punya niat membuat iklan yang horor.

"Kami menerima keputusan ASA dan menyesali ketakutan yang disebabkan iklan tersebut kepada penonton," bunyi pernyataan Spotify.

Pada iklan berdurasi satu menit itu terlihat sejumlah orang dalam satu rumah sedang mendengarkan lagu Havana milik Camila Cabello. Ternyata lagu Havana membangunkan boneka yang kemudian melenyapkan pendengar lagu tersebut.

Makhluk itu hanya bangun dan memburu manusia yang memutar Havana. Dua orang terlihat berdebat karena yang satu tak ingin makhluk tersebut muncul, sementara yang satu tak mempermasalahkannya.



"Saya tahu itu lagu yang bagus dengan melodi catchy dan lirik yang bisa dinyanyikan bersama, tetapi kita tak bisa memainkan lagu itu!" ujar salah satu wanita yang sedang diteror horor pada kawannya yang terus-menerus memainkan Havana.

Terlihat pula salah seorang sudah membuang makhluk yang seperti boneka itu ke tempat sampah. Namun lagi-lagi makhluk itu bangkit karena lagu Havana diputar.

Pada akhir iklan tertulis 'Kalian tidak bisa menolak lagu yang membunuh'. Diketahui, Havana merupakan lagu nomor satu yang menempati posisi pertama tangga lagu sejumlah negara pada 2017 lalu. (adp/rea)