Anugrah KPI 2018 Usung Tema 'Harmoni Indonesia'

CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 09:18 WIB
Anugrah KPI 2018 Usung Tema 'Harmoni Indonesia' Anugrah KPI 2018 yang digelar pada 4 November mendatang mengusung tema Harmoni Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Penyiaran Indonesia [KPI] kembali menggelar acara tahunan Anugrah KPI 2018, dengan mengusung tema Harmoni Indonesia. Pagelaran tersebut ditujukan untuk lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, yang memiliki program-program siaran berkualitas.

Terkait pemilihan tema tahun ini, Stefano Hardly selaku Ketua Panitia Anugrah KPI menyatakan harapan agar berbagai perbedaan agama, suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan seni tradisional yang ada di Indonesia menjadi dasar semangat proses kreatif penyiaran.

"Kita ingin menjadikan perbedaan ini sebagai pemersatu dan anugerah dari Tuhan untuk menciptakan suatu harmoni yang indah bagi Indonesia di bidang penyiaran," ujarnya.




Dalam press rilis yang diterima CNNIndonesia.com, disebutkan ada 19 kategori bersaing termasuk 13 kategori untuk program televisi, 3 untuk program radio, sementara 3 lainnya merupakan kategori penghargaan khusus.

KPI juga menyiapkan satu kategori baru yang bertujuan agar semakin banyak konten sejarah untuk membangun nasionalisme, yaitu Program Siaran Dokumenter. "Dengan adanya program ini, kita berharap generasi milenial tidak melupakan sejarah bangsa," ungkap Hardly.

Duduk di kursi juri Anugrah KPI 2018 adalah praktisi penyiaran, anggota DPR RI, akademisi, tokoh masyarakat, lembaga negara terkait dan Komisioner KPI Pusat. Kelima juri tersebut ialah Wahyu Aditya (Founder & Creative Director HelloMotion Academy), Prof. Dr. Asvi Marwan Adam (Profesor Riset Pusat Penelitian Politik LIPI), Imam Prasodjo (dosen Universitas Indonesia), Dr. Ngatawi Al-Zastrouw (Direktur Sanggar Budaya Ki Ageng Ganjur Yogyakarta), dan Romi Fibri Hardiyanto selaku anggota merangkap juru bicara Lembaga Sensor Film.



Peserta Anugrah KPI terdiri dari 16 lembaga penyiaran televisi berjaringan nasional, 5 radio swasta jaringan nasional dan Radio Republik Indonesia [RRI] dari sejumlah daerah. Sejauh ini, KPI telah mengumumkan ke-78 nominator yang dianggap memiliki konten sesuai harapan, terdiri dari 63 program siar televisi dan 15 program acara radio.

Hardly menegaskan, jumlah pemirsa dari tiap nominator juga turut menentukan kemenangan. Maka ia pun meminta masyarakat turut berperan aktif dalam memilah konten siar.

"Pemirsa yang cerdas akan memunculkan konten yang berkualitas, dan sebaliknya, konten yang berkualitas akan menghasilkan pemirsa yang cerdas," kata Hardly.

Anugrah KPI 2018 akan diselenggarakan pada 4 November mendatang. (rea)