FOTO: Pementasan Teater Rakyat 'Misteri Sang Pangeran'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 16:16 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk pertama kali, teater rakyat mementaskan kisah 'Misteri Sang Pangeran' di Taman Indonesia Kaya, Semarang. Meski ditingkahi hujan, penonton tak bergeming.

Pagelaran teater rakyat ‘Misteri Sang Pangeran’ menjadi pementasan perdana di Panggung Budaya Taman Indonesia Kaya, Semarang, Jawa Tengah pada akhir pekan kemarin, dua minggu setelah diresmikan.
Misteri Sang Pangeran bercerita tentang sebuah negeri yang banyak mengalami gangguan. Hingga muncullah dua orang Pangeran berhasil mengatasi para pengganggu tersebut dan membuat Sang Putri jatuh hati. Namun rintangan bagi dua Pangeran itu tak berhenti di sana.
Sekitar seribu pengunjung tercatat memadati arena taman selama pertunjukan bahkan beberapa waktu sebelum para seniman kenamaan beraksi. Rintik hujan yang turun di tengah-tengah acara pun tak mematahkan semangat penonton untuk menyaksikan acara hingga akhir. 
Pementasan Misteri Sang Pangeran ini menampilkan aksi dari Prie GS, Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Susilo Nugroho, Sruti Respati, Sahita, Hargi Sundari, Novi Kalur, Rio Srundeng, Semarang Magic Community, Sanggar Greget Semarang, Jagoan Jagoan Jawa Tengah, Teater Djarum, serta iringan musik dari Djaduk Ferianto dan Kuaetnika.
Selain pertunjukan teater, acara ini turut dimeriahkan dengan aksi sulap, bela diri, lantunan musik rap, hingga komedi-komedi yang relevan dengan situasi terkini. 
Meski cukup banyak diselipkan budaya pop nan kekinian, elemen tradisional pada pementasan ini tak dilupakan. Penggunaan bahasa Jawa pada sebagian dialognya membawa kedekatan pada penonton serta masyarakat Semarang.
Naskah Misteri Sang Pangeran ini ditulis dan disutradarai oleh Agus Noor yang mengambil bentuk serta spirit teater rakyat dan kisah yang ditampilkan diolah dari khasanah cerita rakyat Indonesia yang telah banyak berkembang. Harapnya, masyarakat dapat memetik hikmah dan kebajikan untuk melihat situasi pada hari ini.
Dibuka dengan lantunan lagu-lagu bernada kritis, pementasan ini kemudian ditutup apik dengan pertunjukan air mancur dan pesta kembang api yang menambah kemeriahan pagelaran teater rakyat.