Buku tersebut juga dicetak dalam dua bahasa yakni, bahasa Indonesia dan Inggris. Tak hanya itu, buku ini juga disusun dengan gaya penulisan populer dalam penggambaran sumber daya laut dan pesisir Indonesia.
Peluncuran buku ini sendiri digelar di sela-sela kegiatan Our Ocean Conference yang digelar di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami coba menghadirkan dalam buku 'The State of the Sea' rangkuman perjalanan yang memperlihatkan kekayaan laut Nusantara, ini juga sebagai upaya bersama untuk mendorong kelestarian laut Indonesia," kata Joseph di Nusa Dua, Bali.
Tak hanya itu, Joseph juga menyoroti pentingnya kesinambungan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.
"The State of the Sea" sendiri kata Joseph bisa menjadi sarana informasi bagi para pembuat kebijakan, praktisi dan masyarakat luas untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan masyarakat pesisir Indonesia, sumber daya alam laut, keanekaragaman hayati laut, serta keterkaitan ekosistem laut dan masyarakat.
Volume pertama buku ini mengarahkan pembacanya untuk dapat memahami lingkungan laut dan pesisir Indonesia, keanekaragaman hayatinya, nilai-nilainya namun juga hal-hal yang menjadi ancaman.
Volume pertama juga memberikan gambaran umum tentang tata kelola serta kelembagaan pengelolaan laut dan pesisir secara nasional.
Sedangkan untuk Volume 2 dan 3 memaparkan upaya-upaya pengelolaan di sejumlah proyek Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), seperti di proyek Sustainable Ecosystems Advanced (USAID SEA).
Proyek itu disebut Joseph mendorong perikanan lokal dan pengelolaan sumber daya kelautan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715, perairan yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan produktif, mencakup provinsi Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. (tst/end)