Spider-Man, 'Anak Kesayangan' Stan Lee

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 17:02 WIB
Spider-Man, 'Anak Kesayangan' Stan Lee Spider-Man diketahui sebagai tokoh favorit Stan Lee, sama seperti pembaca CNNIndonesia.com. (Foto: JD Hancock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sosok visioner di balik hampir seluruh pahlawan fiksi komik Marvel, Stan Lee menghembuskan nafas terakhir di usia 95 tahun, Senin (12/11).

Meski kreator kawakan itu telah tiada, karakter ikonis ciptaannya sejak awal 1960an masih hidup dan eksis di perfilman dunia, salah satunya Spider-Man yang menjadi mahakaryanya.

Tokoh fiksi yang dinamakan Peter Parker itu merupakan karakter buku komik paling menguntungkan yang pernah ada sejak debutnya pada 1962.


Dengan semakin meningkatnya jumlah pembaca buku komik remaja pada tahun itu, momentum tersebut ditangkap Lee untuk menciptakan karakter yang dapat dihubungkan dengan kehidupan dan masalah remaja.

Maka itu, tak heran apabila pahlawan berkekuatan laba-laba itu didapuk menjadi karakter Marvel yang paling sukses sepanjang masa berkat relevansinya dengan realita seorang remaja.



Hal tersebut nyatanya disetujui oleh para pembaca CNNIndonesia.com. Dari polling yang dibuat di akun Twitter CNNIndonesia.com pagi tadi, 42% atau setara dengan 264 dari 628 suara menjuarakan Spider-Man sebagai karakter Marvel yang paling disukai.

Meski angkanya jauh dari mendekati, Iron Man menyusul di 28% dengan kisaran 176 suara. Selanjutnya, Captain America di urutan ke-3 dengan 17% atau 107 orang dan terakhir Thor yang hanya diunggulkan 82 orang atau 13% saja.



Spider-Man yang kian digemari masyarakat segala umur di segala zaman, alhasil membawa rezeki besar buat Marvel.

Dengan penjualan buku komik, penawaran film, acara animasi, video permainan, penjualan barang dagangan dan pakaian, Spider-Man menyumbang sekitar $1 miliar atau setara dengan Rp14,8 triliun per tahun untuk Marvel.



Seolah tak puas dengan serial film Spider-Man 1 hingga 3, Marvel kembali meraup keuntungan besar dengan film 'Amazing Spider-Man' 1 dan 2 yang diadaptasi dari kisah aslinya di komik 'Amazing Fantasy' pada 1963.

Selain Spider-Man, sedikitnya ada 14 karakter ikonis ciptaan Lee lainnya yang dikenal luas hingga detik ini.

Bermula pada 1961, Stan Lee menciptakan kreasi pertamanya Fantastic Four. Karakter itu dinilai lebih realistis dan menjadi bakal dari masa depan komik karena mereka punya kekurangan, berdebat satu sama lain, berurusan dengan keraguan diri dan membuat kesalahan berbeda dari pola dasar pahlawan super tradisional.

Keberhasilan Fantastic Four mengantarkan Stan Lee pada seabrek kesuksesan di tahun berikutnya. 1962 menjadi salah satu masa 'subur' Lee sebab Spider-Man, monster humanoid raksasa berwarna hijau Hulk, manusia semut Ant-Man, dan dewa petir dari mitologi Yunani Roma Thor lahir di tahun tersebut yang kemudian menjadi pahlawan fiksi yang punya peran penting hingga kini.



Stan Lee tak berhenti menyalurkan fantasinya yang brilian. Pada 1963, Lee menghadirkan karakter kelompok pahlawan mutan, X-Men, pengusaha konglomerat teknologi Iron Man, ahli sihir tertinggi Doctor Strange, agen CIA Nick Fury, dan manusia es Iceman.

Masih belum lelah berkarya, Lee banyak membuat variasi pada 1964. Dua pahlawan wanita muncul, yaitu Black Widow dan Scarlet Witch yang merupakan mantan penjahat, diikuti kedua adik laki-laki kembarnya, Quicksilver diciptakan pada 1964. Tahun itu pula, Lee memberi ruang untuk kaum difabel, terbukti hadirnya Daredevil seorang pahlawan yang tunanetra dan Hawkeye yang tunarungu.

Pada 1966, Lee menciptakan pahlawan super kulit hitam pertama sepanjang sejarah Amerika Serikat yaitu Black Panther. Ia adalah salah satu manusia paling cerdas, paling kaya dan paling mematikan di alam semesta Marvel.

Kepergian legenda komik Marvel Stan Lee turut meninggalkan duka cita yang mendalam bagi sejumlah pesohor dunia, khususnya mereka yang terlibat dalam semesta Marvel. Begitu kabar duka ini tersiar, pemeran Captain America Chris Evans, pemeran Iron Man Robert Downey Jr., bintang Black Panther, Letitia Wright dan Winston Duke ikut menyampaikan rasa dukanya di media sosial. (tsy/rea)