Rencana Album KLa Project yang Tertunda dan Asa untuk Nyaleg

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Minggu, 25/11/2018 17:20 WIB
Rencana Album KLa Project yang Tertunda dan Asa untuk Nyaleg KLa Project sebenarnya tengah mempersiapkan album baru, namun ada hal yang membuat rencana itu belum kunjung terealisasi. (Dok. KLa Project)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga dekade berkarya memang bukan waktu yang singkat untuk dijalani oleh Katon Bagaskara, Lilo, dan Adi, tiga musisi yang tergabung dalam KLa Project. Namun semangat mereka untuk mencipta masih jauh dari kata jenus. Masih ada api yang terus terjaga.

Hanya saja, saat ini ada sedikit ganjalan.

"Rencana untuk merilis album baru selalu ada, tapi saat ini....," kata Adi tertawa sembari melempar pandangan ke arah Lilo dan Katon.

Katon menangkap tatapan Adi, dan langsung menyambung kalimat temannya itu. "Tapi lucunya enggak selesai-selesai. Mungkin situasi sekitar kamu enggak kondusif dan memotivasi untuk membuat album," katanya.


Selama 30 tahun tahun berkarier musik, KLa Project telah melahirkan 11 album dan satu album tribut bertajuk A Tribute To KLa Project (2011) yang dinyanyikan berbagai musisi. Terakhir kali, mereka merilis album bertajuk Exellentia pada 2010.

KLa sangat produktif membuat album pada era 1990-an. Hampir setiap dua tahun sekali mereka merilis album, yaitu album Pasir Putih (1991), Ungu (1994), V (1995), KLakustik 1 (1996), KLakustik II (1996), Sintesa (1998) dan KLasik (1999).

Ketiganya mengakui, produktivitas yang tinggi kala itu terbantu oleh jumlah manggung yang justru tak sebanyak tahun-tahun terakhir.

"Sekarang kami kecapekan manggung, jumlah manggung sekarang lebih banyak dari pada dulu. Kurang lebih sekarang satu bulan bisa empat kali," kata Katon.
KLa Project mengakui kini mereka kebanjiran jadwal manggung.KLa Project mengakui kini mereka kebanjiran jadwal manggung. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)

Adi pun mengamini perkataan Katon sembari mengingat sepak terjang bandnya, "Ya kurang lebih saat ini kami setahun bisa 40 kali (manggung). Itu termasuk banyak, karena dulu dalam setahun kami hanya manggung sekitar 20 kali."

Sebenarnya mudah saja bagi KLa Project untuk merilis album karena mereka masih memiliki stok lagu hingga 40 yang dihasilkan dari karantina selama 10 tahun terakhir. Tapi, bagi mereka, membuat album adalah hal yang sakral sehingga tidak bisa dipaksakan.

KLa Project tidak pernah khawatir akan tergerus oleh perkembangan musik yang berubah dari masa ke masa. Toh sejak dulu kala, mereka tidak pernah membuat lagu yang sesuai dengan tren.

Contohnya ketika mereka memulai debut pada 1988 silam. Dulu, mereka mengusung genre new wave yang sudah populer di negara Barat namun belum 'in' di Indonesia. Jadi, menentang arus sudah jadi kebiasaan KLa.

"Keinginan melahirkan album terus ada dan selalu ada. Tinggal dibakar saja," kata Adi.

Terlepas dari musik, tiga personel KLa Project memiliki renjana atau hasrat pada bidang lain. Beberapa di antara mereka sudah mulai menjalankan secara perlahan.

"Saya suka politik, ingin nyaleg. Tapi saat ini saya di belakang layar saja," kata Adi sambil menahan tawa sembari melirik ke arah Katon.

Katon langsung berkata sambil menunjuk Adi, "Dia think tank."

Katon sendiri diketahui maju sebagai calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat perwakilan daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

"Ketertarikan saya selain musik itu film. Kalau calon legislatif itu kan tugas," kata Katon.

Katon sendiri sempat bersolo karier yang menghasilkan enam album yaitu, Katon Bagaskara (1993), Gemini (1996), Harmoni Menyentuh (1997), Damai dan Cinta (2000), Koleksi (2001), Percaya Saja (2002) dan Lovaholic (2007).

Pun begitu dengan Lilo yang sempat merilis solo album bertajuk Solo (1996).

"Ya kalau saya bisnis bidang mode, dimulai dari membuat sepatu dan tas bermotif batik. Sudah saya jual, tapi baru mulai dari teman dekat saja," kata Lilo.

[Gambas:Instagram]


(end)