KLa Project Bakal Tampil di Festival Ulang Tahun Transmedia

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 11:43 WIB
KLa Project Bakal Tampil di Festival Ulang Tahun Transmedia Band KLa Project akan tampil dalam festival musik bertajuk #Sweet17TRANSMEDIA yang merupakan perayaan ulang tahun Transmedia ke-17. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Band KLa Project akan tampil dalam festival musik bertajuk #Sweet17TRANSMEDIA yang merupakan perayaan ulang tahun Transmedia ke-17. Band yang terbentuk pada 1988 ini tampil pada Jumat (14/12) mendatang di Lapangan Sunburst, BSD, Tangerang Selatan.

KLa Project merupakan salah satu band legendaris Indonesia yang menghasilkan banyak lagu hit. Beberapa diantaranya adalah Yogyakarta, Menjemput Impian, Tentang Kita dan Tak Bisa ke Lain Hati.

Sepanjang karier bermusik, band yang beranggotakan Katon Bagaskara, Adi Adrian, dan Romulo Radjadin alias Lilo telah melahirkan 11 album. satu album tribut bertajuk A Tribute To KLa Project (2011) yang dinyanyikan berbagai musisi.


Terakhir kali, mereka merilis album bertajuk Exellentia pada 2010. Meski sudah tidak muda mereka tetap memiliki ambisi untuk merilis album baru.


"Rencana untuk merilis album baru selalu ada, tapi saat ini....," kata Adi kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Katon menangkap tatapan Adi, dan langsung menyambung kalimat temannya itu. "Tapi lucunya enggak selesai-selesai. Mungkin situasi sekitar kamu enggak kondusif dan memotivasi untuk membuat album," katanya.

Sebenarnya mudah saja bagi KLa Project untuk merilis album karena mereka masih memiliki stok lagu hingga 40 yang dihasilkan dari karantina selama 10 tahun terakhir. Tapi, bagi mereka, membuat album adalah hal yang sakral sehingga tidak bisa dipaksakan.

KLa Project tidak pernah khawatir akan tergerus oleh perkembangan musik yang berubah dari masa ke masa. Toh sejak dulu kala, mereka tidak pernah membuat lagu yang sesuai dengan tren.

Contohnya ketika mereka memulai debut pada 1988 silam. Dulu, mereka mengusung genre new wave yang sudah populer di negara Barat namun belum 'in' di Indonesia. Jadi, menentang arus sudah jadi kebiasaan KLa.

"Keinginan melahirkan album terus ada dan selalu ada. Tinggal dibakar saja," kata Adi. (adp/stu)