Saling Balas Arie Untung dan Ernest Prakasa soal Aksi 812

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 14:45 WIB
Saling Balas Arie Untung dan Ernest Prakasa soal Aksi 812 Arie Untung dan Ernest Prakasa saling balas unggahan soal aksi 812 Malaysia. (Mohd RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komedian Arie Untung dan komika Ernest Prakasa terlibat perdebatan di dunia maya perkara aksi demo 812 di Malaysia.

Perdebatan itu diawali sejumlah foto yang diunggah Arie soal demonstrasi di Malaysia yang menolak konvensi PBB tentang penghapusan diskriminasi etnis. Foto itu memperlihatkan aksi warga Malaysia berdemonstrasi.

"The Power of ukhuwah Malaysia 812," tulis Arie pada keterangan foto di akun media sosial miliknya, Minggu (9/12) lalu.



Unggahan itu kemudian dianggap Ernest sebagai bentuk dukungan Arie pada warga Malaysia yang pro diskriminasi etnis.

"812 itu demo menentang ICERD (International Convention on The Elimination of Racial Discrimination). Pemerintah Malaysia mau menghapus diskriminasi, tapi dilawan oleh orang-orang ini. Jadi elo pribadi pro ke diskriminasi etnis? Lo banyak job di MNC, Hari Tanoe itu Cina, sekadar info," sahut Ernest lewat kicauan di Twitter yang kini telah dihapus.





Pagi ini, Selasa (11/12), Arie menanggapi pendapat Ernest dengan memberikan pembelaan atas unggahannya akhir pekan lalu. Menurut Arie, unggahan itu tak mengartikan bahwa dirinya pro ataupun kontra pada diskriminasi etnis. Ia hanya menggarisbawahi ukhuwah dalam aksi 812.

"Yuk liat ulang unggahanku, bagian mana aku singgung soal pro kontra ras? Atau membawa salah seorang petinggi stasiun sebagai orang yang rasis? Saya tahu dia, beliau orang Indonesia. Teman-temanku yang keturunan Tionghoa banyak kok dan aku sayang mereka," tulis Arie sembari memaparkan pandangannya tentang aksi demo di Malaysia itu.

[Gambas:Instagram]

Balas-membalas itu belum selesai. Ernest kembali mencuitkan pendapatnya di Twitter.

"Arie Untung lapor ke follower-nya di IG, terus IG gue jadi dikeroyokin. Gapapa, silakan aja. Diskriminasi rasial, mau dibungkus dengan kemasan apa pun, enggak bakal gue diamkan. Kalau diam, nanti gue nyesel saat semuanya udah terlambat," tulisnya.



Aksi unjuk rasa 812 di Ibu Kota Kuala Lumpur menolak meratifikasi Konvensi Dunia Untuk Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Ras (ICERD) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Demonstran beralasan, ratifikasi ICERD akan mengganggu stabilitas negara yang selama ini dikuasai oleh etnis Melayu, dan enggan memberi ruang kepada keturunan China dan India.

(agn/rsa)