Film 'Roma' Kebanjiran Permintaan Tayang di Bioskop

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 06:43 WIB
Film 'Roma' Kebanjiran Permintaan Tayang di Bioskop Film 'Roma' yang tayang terbatas dan akan dirilis secara streaming mendapatkan banjir permintaan dari masyarakat untuk memutarnya di bioskop. (Courtesy of Carlos Somonte/Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produser film 'Roma' mengaku pihaknya menerima ratusan permintaan dari banyak bioskop untuk menayangkan nomine Golden Globe Awards 2019 kategori Film Berbahasa Asing Terbaik tersebut.

Film 'Roma' yang secara internasional dikenal bakal tayang di Netflix ini menjadi perbincangan usai rilis perdana pada 30 Agustus lalu di Venice International Film Festival dan 21 November 2018 di Amerika Serikat.

Film yang digarap dan ditulis oleh Alfonso Cuaron ini merupakan semi-autobiografi dari Cuaron yang tumbuh besar sebagai bagian dari masyarakat kelas menengah ke bawah di ibukota Meksiko, Mexico City, selain mengikuti kehidupan seorang asisten rumah tangga.


Begitu rilis di Venice, film ini mendapatkan banyak pujian dari kritikus. Tercatat, laman agregator Rotten Tomatoes mengumpulkan nilai rating hingga 98 persen untuk film ini.


Namun tak semua orang bisa dengan leluasa menonton film ini. Selain tayang di Netflix yang bisa dinikmati mulai 14 Desember, film ini juga rilis secara terbatas di sejumlah bioskop di Amerika Utara, termasuk di negara asal sang sutradara, Meksiko.

Kini diberitakan oleh Variety, penayangan terbatas tersebut mulai menimbulkan gejolak terutama dari masyarakat yang penasaran akan film itu.

Di Meksiko sendiri film ini ditolak oleh dua jaringan bioskop terbesar di negara tersebut, Cinepolis dan Cinemex lantaran eksklusivitas yang dimiliki oleh Netflix atas Roma.

Bukan hanya dua jaringan bioskop tersebut yang menolak menayangkan Roma karena kesal akan Netflix, jaringan bioskop AMC dan Regal yang menguasai Amerika Serikat pun punya sikap serupa.


Akan tetapi, Roma menjadi kesempatan bagi bioskop-bioskop independen di Meksiko untuk mengambil untung. Film ini tercatat ditayangkan di 100 bioskop independen di seluruh Meksiko. Angka itu merupakan dua kali lipat dari harapan para produser saat semula menawarkan Roma.

Dan bukan hanya terjadi di Meksiko, popularitas film ini juga menggema di Amerika Serikat sehingga menimbulkan angka permintaan penayangan yang cukup besar.

"Ada banyak dukungan populer untuk film ini," kata salah satu produser 'Roma', Gabriela Rodriguez, dikutip dari Variety.

"Susah membandingkannya dengan yang lain. Semua orang mencintai 'Gravity' [film Cuaron sebelumnya], namun itu film yang besar. Ini tak ada apa-apanya," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]

Variety
 menyebutkan pihak Netflix enggan menyebutkan angka box office yang dicapai film ini pada jaringan berbayarnya. Namun ada indikasi terjadi peningkatan pemutaran film tersebut.

Rodriguez yang juga mengawasi penayangan Roma secara streaming mengatakan bahwa jaringan bioskop yang menayangkan film ini mengaku mereka laris manis.

"Satu bioskop terpaksa terlambat menayangkan film ini dan menawarkan kepada penontonnya makan malam gratis dan tiket penayangan film lainnya di hari lain [sebagai kompensasi], dan penonton menolak," kata Rodriguez.

"Ini semacam fenomena," lanjutnya.

[Gambas:Youtube]

Rodriguez dan timnya mengaku mereka kini menerima lebih dari 800 permintaan dari para bioskop, komunitas, dan lembaga-lembaga yang ingin menayangkan film ini.

Sejumlah lokasi terpaksa batal menayangkan karena tidak memiliki teknologi yang memadai untuk menayangkan film hitam-putih ini. Cuaron memang mensyaratkan jenis teknologi proyektor tertentu dalam menayangkan film ini.

Rodriguez pun mengaku bahwa pihak bisokop memberikan sinyal kepada timnya bahwa mereka akan tetap menayangkan film ini meskipun Netflix resmi menyiarkannya per 14 Desember.

"Setiap bioskop yang bekerja sama dengan kami ingin tetap memutar film itu," kata Rodriguez. (end)