Agensi BTS Gugat Pelanggar Hak Cipta

CNN Indonesia | Sabtu, 05/01/2019 18:05 WIB
Agensi BTS Gugat Pelanggar Hak Cipta BTS, grup boyband K-Pop yang bernaung di bawah agensi Big Hit Entertainment. (YOAN VALAT / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Agensi yang menaungi BTS, Big Hit Entertainment menggugat MGM Media atas pelanggaran hak cipta terhadap nama dan foto boyband tersebut. Dalam situs resminya, Big Hit menegaskan bahwa ini bukan kali pertama MGM Media melakukan pelanggaran.

"Kemarin, Jumat (4/1), Big Hit Entertainment mengonfirmasi bahwa MGM Media membuka pra-penjualan untuk Majalah Star Focus melalui Kyobo Bookstore, Aladin, dan Yes24. Publikasi tersebut mencantumkan buku foto BTS (berjudul) BTS Special in Depth, DVD, dan kartu foto sebagai bonus," tulis pernyataan agensi boyband pencetak hit "IDOL" itu.

Agensi juga menegaskan bahwa pihak MGM Media belum mengantongi izin penggunaan sejumlah barang yang menampilkan gambar dan nama BTS tersebut. Dengan kata lain, MGM Media melakukan pelanggaran hak cipta.


Sebelumnya, kedua pihak sempat bertemu di meja hijau atas gugatan terkait publikasi yang melanggar hak cipta ini. Pada November 2018, Big Hit mengajukan larangan dan penerbitan buku foto Star Focus BTS History in Depth yang coba diterbitkan oleh MGM Media pada Desember 2018.

Pelarangan itu dilakukan lantaran tak adanya izin yang dikantongi MGM media untuk mempublikasikan. Terlebih, publikasi tak mencantumkan konten artikel, melainkan hanya montase foto anggota BTS.

"Departemen urusan sipil ke-51 dari Pengadilan Distrik Selatan Seoul mengakui bahwa MGM Media berusaha untuk menggunakan gambar dan nama anggota BTS secara komersial dan terlibat dalam persaingan tidak adil dengan mengeksploitasi daya tarik BTS," tulis pernyataan itu lebih lanjut, dikutip dari Soompi.

Pengadilan menyatakan bahwa MGM tidak boleh mencetak, mengikat, memproduksi, menyalin, mendistribusikan, menjual, atau mengekspor bentuk-bentuk publikasi menggunakan gambar atau nama anggota BTS tanpa izin. Jika perintah ini dilanggar, MGM harus membayar uang kompensasi sebesar 20 juta won atau sekitar Rp254,7 juta per hari.

"Kami melihat ini sebagai masalah serius. Big Hit telah menciptakan departemen yang secara tegas melindungi hak kekayaan intelektual artis kami. Dengan bantuan hukum internal serta eksternal, kami mengambil tindakan hukum yang ketat. Di luar situasi ini, kami juga berada di tengah-tengah tindakan hukum terkait berbagai hal," ujar Big Hit.

Tak luput, Big Hit juga menyatakan bahwa respons kerasnya kali ini dilakukan demi melindungi para penggemar. Tindakan hukum, kata mereka, perlu dilakukan untuk mencegah kerugian yang bisa dirasakan penggemar yang telah memesan barang tersebut.

"Kami meminta penggemar dan konsumen untuk memperhatikan publikasi atau konten yang melanggar hak kekayaan intelektual, dan Big Hit akan melakukan segala yang diperlukan untuk melindungi hak-hak artis agensi kami," tutupnya. (agn/asr)