Spike Lee Raih Nominasi Utama Oscar Setelah 30 Tahun

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 15:28 WIB
Spike Lee Raih Nominasi Utama Oscar Setelah 30 Tahun Spike Lee. (Emma McIntyre/Getty Images for The Critics' Choice Awards/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah lebih dari tiga dekade membuat film, Spike Lee akhirnya mengantongi nominasi utama Academy Award ke-91 atau Piala Oscar 2019 untuk film dan sutradara terbaik.

Nominasi itu menjadi capaian luar biasa sekaligus yang pertama bagi Lee, karena dia sebelumnya hanya memiliki nominasi skenario asli terbaik untuk film Do the Right Thing (1989) serta dokumenter panjang terbaik untuk 4 Little Girls (1997).

Berkat film 'BLACKkKLANSMAN', kini Spike Lee menerima nominasi bukan hanya di dua kategori utama, melainkan juga skenario adaptasi terbaik Oscar 2019.


Berdasarkan catatan, setidaknya ada sekitar 35 judul film yang sudah digarap Lee sejak terjun ke industri film pada awal 1980-an.


Namun untuk pembuat film yang terbilang produktif dan terus bekerja di lingkup dokumenter, panggung Oscar terkesan di luar jangkauan Lee.

Meski demikian, lebih baik terlambat ketimbang tidak sama sekali tampaknya menjadi ungkapan yang tepat untuk perjalanan karier Lee.

"Yah, rasanya sangat baik. Kami sangat senang. Kami semua menonton, duduk di tempat tidur, melompat-lompat. Anjing kami bahkan sampai menggonggong - dia tidak tahu apa yang sedang terjadi [tertawa] - tapi ini hari yang baik. Ini hari yang baik," ucap Lee kepada New York Times.

Tak luput, sebagai orang yang sempat memprotes Oscar karena gagalnya membuat keragaman warna pada nominasi dan pemenang, kini ia mengapresiasinya.


"Setiap kali ada penghargaan, Anda harus memikirkan siapa yang memberikan suara. Dan keanggotaan Academy saat ini jauh lebih beragam daripada dulu. #OscarsSoWhite pasti mendorong the Academy untuk membuka keanggotaannya," paparnya.

"Dan itulah sebabnya saya pikir kau bisa melihat film oleh orang-orang kulit berwarna mendapat pengakuan sekarang karena mereka tidak mendapatkannya di masa lalu," tambah Lee lebih lanjut.

Pada 2015, selama pidato penerimaan hadiah kehormatan di Governors Awards di Oscar, Lee memohon kepada mereka yang hadir untuk menjadi pintar tentang keberagaman dan menumbuhkan tenaga kerja kreatif yang dapat "mencerminkan seperti apa negara ini."

Malam yang sama dari pidato itu, Cheryl Boone Isaacs, yang waktu itu adalah Presiden The Academy, mengumumkan kampanye untuk memperkaya keragaman keanggotaannya.

[Gambas:Instagram]

Hanya saja, langkah itu tidak cukup meyakinkan Lee untuk menghadiri malam penganugerahan pada 2016 dan memilih pergi ke permainan Knicks sebagai gantinya.

Lee kini menjadi pembuat film berkulit hitam keenam yang menjadi nominasi Oscar untuk penyutradaraan, setelah John Singleton ("Boyz N the Hood"), Lee Daniels ("Precious"), Steve McQueen ("12 Years a Slave"), Barry Jenkins ("Moonlight "), Dan Jordan Peele ("Get Out").

Dia juga menjadi produser berkulit hitam ke-11 yang dinominasikan untuk film terbaik, serta penulis kulit hitam pertama yang dinominasikan untuk kedua kalinya untuk skenario terbaik.

Hingga saat ini, belum ada pembuat film berkulit hitam yang pernah memenangkan sutradara terbaik. Jika kelak Spike Lee berhasil memperoleh penghargaan itu, ia bakal menorehkan sejarah baru bagi industri film.

Selain tiga nominasi yang berada di bawah namanya langsung, film 'BLACKkKLANSMAN' turut dinominasikan pada kategori aktor pendukung untuk Adam Driver, penyuntingan film, dan skor asli.

[Gambas:Youtube]

BLACKkKLANSMAN berkisah tentang seorang perwira polisi kulit hitam yang menyusup ke komunitas Ku Klux Klan. Ini diangkat dari kisah nyata seorang Detektif asal Colorado, Ron Stallworth yang berhasil menembus kelompok KKK pada 1978 setelah merespons sebuah iklan perekrutan anggota baru.

Stallworth terpilih sebagai kepala bagian KKK di tempat asalnya dengan berpura-pura menjadi orang dengan supremasi kulit putih melalui telepon dan korespondensi. Selama berada di KKK, Stallworth berhasi menyabotase cross burnings dan kegiatan KKK lainnya.

Karakter Stallworth sendiri diperankan oleh John David Washington yang gagal menembus kategori aktor terbaik Oscar 2019. (agn/end)