Rela Habiskan Jutaan Demi 'Senang' ala Fan K-Pop

CNN Indonesia | Minggu, 03/02/2019 12:36 WIB
Rela Habiskan Jutaan Demi 'Senang' ala Fan K-Pop Ilustrasi fan K-Pop: penggemar SUJU kala konser di Jakarta pada 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selayaknya fan pada umumnya, para K-Popers juga menyempatkan diri memburu barang atau karya idola mereka. Beragam cara dilakukan, membeli di laman resmi, menitip kepada sesama fan, atau langsung ke Korea Selatan.

Seperti yang dilakukan oleh seorang perempuan yang ingin disebut H. Ia mengaku melakukan perjalanan ke Korea Selatan demi membeli album dan merchandise dari VIXX, boyband Korea kesukaannya. Di sisi lain, ia juga menetap di Korea Selatan untuk meneruskan studi.

"Pas pindah ke Korea, melihat banyak banget acara idola aku yang bisa didatangi. Namanya juga hobi, jadi aku mengusahakan harus datang," kata H saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.


'Pengorbanan' H dalam membeli album terbukti pada 2016, kala dirinya memborong album khusus fansign untuk mendapatkan undian. Satu unit album khusus itu dipatok 17.500 won atau sekitar Rp218 ribu.

Bukan satu, tapi banyak, kurang lebih ia membeli 600 buah album dalam sembilan kali kesempatan fansign. H membeli banyak album karena setiap pembelian album mendapat kupon undian untuk fansign. Semakin banyak kupon, semakin besar pula peluang memenangkan undian.


Ia mengingat pertama kali membeli album fansign di dua toko dengan masing-masing pembelian sebanyak 43 unit. Sayang percobaan pertama gagal karena tidak menang undian di toko manapun. Dari situ ia belajar lebih baik membeli album di satu toko dengan jumlah yang banyak.

Sejak itu ia selalu membeli album di satu toko dengan jumlah yang fantastis. Ia mematok tidak boleh membeli album di bawah 50 unit agar kemungkinan menang semakin besar. Namun ia sempat gagal saat membeli 53 album fansign.

"Aku paling banyak membeli album itu 78, waktu itu menang undian dan berhasil fansign dengan personel VIXX. Semua album yang aku beli itu album VIXX, enggak pernah coba atau lirik-lirik yang lain," kata H.

Dari sembilan kali fansign, H hanya pernah gagal dua kali. Kurang lebih ia telah menghabiskan uang sebanyak Rp130,8 juta untuk membeli seluruh album itu. Ia mencari uang sendiri untuk bisa memuaskan batinnya.

Sembari kuliah, kata H, ia menjalankan bisnis pemandu wisata privat dan jasa titip pembelian album, merchandise serta konser. Ia membuka harga 100 ribu won atau Rp1,2 juta untuk memandu wisata privat. 

Album-album K-Pop seperti milik Shelomita dijual ratusan ribu per unit.Album-album K-Pop seperti milik Shelomita dijual ratusan ribu per unit. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)

Sementara untuk jasa titip pembelian, ia mengambil keuntungan 50 ribu won per tiket konser dan mengambil keuntungan 10-30 persen per album serta merchandise.

Sumber pendapatan lain H adalah dengan menjual album fansign yang sudah ia beli. Toh album itu tidak ia buka saat membeli karena hanya mengambil kupon undiannya. Album tersebut disebutnya laris manis karena dijual dengan harga lebih murah dari harga toko resmi.

"Misal harga asli Rp200 ribu, ya saya jual jadi Rp180 ribu. Jadi saya dan pembeli sama-sama untung. Setidaknya modal kembali kembali walau cuma sedikit," katanya.

"Saya enggak pernah menyesal beli banyak barang, karena beli banyak album fansign dan semua abis terjual. Kalau barang lain, saya selektif. Kayak light stick dan sticker saya beli. Tapi kalau topi dan hoodie, enggak saya beli karena tak dipakai."

Pria Juga Jadi K-Popers

Hal serupa juga dialami Alika Nugraha sejak mengenal K-Pop pada tahun 2005. TVXQ adalah boyband Korea Selatan pertama yang pria ini dengarkan. Ia mengenali TVXQ karena mengisi lagu tema anime One Piece.


Alika mulai mengulik musisi Korea Selatan lain setelah mendengarkan TVXQ. Kini ia sangat menggemari TWICE, EXO, Gugudan, iKON, Super Junior dan Day6.

"Sekitar 2009 ada sentimen kalau cowok yang mendengarkan boyband atau girlband Korea dianggap banci. Lalu di tahun 2010-2011 dianggap selera musik rendah. Baru belakangan ini sudah biasa aja," kata Alika saat dihubungi CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Tak peduli dengan sentimen negatif itu, Alika tetap mengoleksi merchandise dan album. Terhitung ia memiliki 10 album TWICE, empat album Gugudan, satu album EXO dan satu album Super Junior. Kurang lebih satu album seharga Rp300 ribu. Berarti setidaknya ia sudah mengeluarkan Rp4,8 juta hanya untuk album.

"Dulu gue anti mengeluarkan uang untuk hobi kayak gini, sejak 2015 udah bisa cari duit sendiri gue mulai beli album. Gue beli album pertama itu TWICE. Dengan membeli album, gue merasa bisa membantu mereka di tangga lagu," kata Alika.

Pria asal Cipacing, Jawa Barat, ini tidak pernah menyesal memberi merchandise dan album. Ia merasa itu sebagai investasi karena bisa dijual di masa mendatang dengan harga yang lebih mahal.

Selain itu, Alika juga datang konser-konser musisi K-Pop di Indonesia. Sampai saat ini ia sudah pernah mendatangi konser iKON, TWICE, Day6 dan SUJU.

"Kalau di total secara kasar gua udah abis Rp15 juta buat merchandise, album dan nonton konser. Yang penting senang. Orang tua juga tidak mempermasalahkan." kata Alika.

[Gambas:Youtube] (adp/end)