Liam Neeson Dibela Sederet Selebriti soal Pernyataan 'Rasis'

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 15:21 WIB
Liam Neeson Dibela Sederet Selebriti soal Pernyataan 'Rasis' Pernyataan rasis Liam Neeson dibela sederet selebriti. (Geoff Robins / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liam Neeson dibela sejumlah selebriti setelah ia tersandung kasus dugaan rasialisme. Itu karena pernyataannya pada masa lalu yang menyebut ia ingin membunuh kulit hitam setelah memperkosa salah satu teman wanitanya.

Pembelaan salah satunya terlontar dari aktris Michelle Rodriguez, yang berakting bersama Neeson dalam film Widows. Ia yakin sang bintang Taken bukanlah seorang rasis.

"Itu semua omong kosong. Apa kalian menonton Widows? Dia mencium Viola Davis dengan agresif. Kalian tak bisa menyebutnya rasis, tidak pernah bisa," ujarnya kepada Vanity Fair, seperti dilaporkan kantor berita AFP.



Menurutnya, seorang yang rasis tidak akan pernah bisa bermesraan dengan ras lain yang mereka benci, dalam film sekali pun. Sementara Neeson harus berinteraksi, bahkan berciuman mesra, dengan Davis di film Widows, yang seorang aktris kulit hitam.

"Saya tidak peduli seberapa bagus akting kalian. Itu semua omong kosong. Jangan pedulikan. Dia tidak rasis. Dia seorang yang penyayang. Itu semua bohong," katanya melanjutkan.

Whoopi Goldberg, salah satu tokoh kulit hitam juga yakin Neeson bukan seorang yang tak peduli pada pendapat orang lain dan memaksakan opininya sendiri.


"Orang terkadang membawa-bawa kemarahan. Itulah yang terjadi. Apakah dia intoleran? Tidak. Saya kenal dia sudah lama. Saya pikir saya akan mengenalinya [jika dia intoleran]. Saya pernah dikelilingi orang-orang intoleran," ujar Goldberg.

Menurutnya, wajar jika seseorang merasa marah karena orang lain yang ia sayangi menjadi korban penyerangan. Pernyataan bahwa Neeson ingin membalas dengan menghajar orang yang memperkosa temannya pun, baginya biasa saja.

"Saya bisa bilang dia bukan satu-satunya [yang merasa demikian]," lanjutnya.



Itu didukung aktor kulit hitam Terry Crews, yang melalui akun Twitter-nya mengatakan bahwa setiap orang, termasuk Neeson, bisa menjadi sangat baik dan bicara seperti orang jahat. Menurutnya, aktor 66 tahun itu hanya menunjukkan pilihannya.

Kontroversi di sekitar Neeson berkumandang saat ia melakukan wawancara untuk mempromosikan film terbarunya, Cold Pursuit. Film itu bercerita tentang seorang ayah yang membalas dendam setelah putranya dibunuh sebuah geng pengedar obat-obatan terlarang.

Selip lidah Neeson yang mengatakan suatu waktu ia pernah memburu kulit hitam, langsung menjadi bumerang baginya.

Saat itu ia mengatakan, "[Saya] berharap beberapa bajingan kulit hitam akan keluar dari pub dan menyerang saya, sehingga saya bisa ... membunuhnya."

[Gambas:Video CNN]

Karpet merah untuk film terbarunya pada Selasa (5/2) langsung dibatalkan. Ia juga seharusnya tampik bersama Stephen Colbert di The Late Show Jumat (8/2) malam nanti, namun itu pun dibatalkan.

Saat berbincang di Good Morning America pada Selasa (5/2), Neeson mengaku sadar perilakunya salah. Ia telah meminta bantuan pendeta Katolik dan beberapa teman untuk menenangkannya. Ia pun menegaskan, kemarahannya saat itu tidak didasari perbedaan ras.

"Kalau dia [teman wanita yang diperkosa] berkata [yang menyerangnya] adalah orang Skotlandia atau Inggris atau Lithuania, dampaknya akan sama pada saya. Saya mencoba menunjukkan rasa hormat dan membela teman saya atas perilaku 'purba' itu," ujar Liam Neeson. (rsa)