Yovie Nilai Ribut RUU Permusikan Tak Perlu Diperpanjang

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 19:05 WIB
Yovie Nilai Ribut RUU Permusikan Tak Perlu Diperpanjang Ogah berkomentar banyak, Yovie Widianto menilai ribut-ribut soal RUU Permusikan tak perlu diperpanjang. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi Yovie Widianto enggan memberikan banyak komentar soal Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan karena mengaku belum mempelajari. Ia menyebut tidak pernah mengomentari sesuatu yang belum dipelajari.

"Kayaknya saya belum berkenan untuk menjawab sampai kita clear permasalahannya, saya pelajari dengan detail," kata Yovie kepada CNNIndonesia.com di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (2/8).

Meski begitu, pria 51 tahun ini mengetahui dampak dari RUU Permusikan. Namun yang pasti, kegaduhan yang muncul atas rancangan undang-undang ini dipandang Yovie tak perlu diperpanjang.



"Nanti memang ada saat yang tepat [untuk berkomentar], karena harus saya pelajari dulu semuanya, saya baca gitu. Semua kan ramai-ramai orang sudah pada ribut, sudahlah, jangan memperkeruh situasi menurut saya," kata Yovie.

RUU Permusikan ramai diperbincangkan sejak draf beredar beberapa pekan lalu. Sejumlah musisi sempat datang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyampaikan keluhan karena ada beberapa masalah dalam RUU Permusikan.

Sejumlah musisi juga membentuk Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan karena tidak setuju dengan rancangan tersebut. Bahkan mereka menilai 50 dari 54 pasal dalam RUU Permusikan bermasalah.


Mereka mengakui banyak menemukan masalah di dalam rancangan undang-undang itu. Mulai dari pasal yang tidak jelas pihak yang dituju, pasal 'karet', pasal yang berpotensi membelenggu musisi, sampai pada pasal yang tumpang tindih dan bertentangan dengan UU lain.

Profesor musik Tjut Nyak Deviana turut menguatkan anggapan ini dan menjelaskan bahwa 95 persen RUU Permusikan perlu direvisi. Bahkan menurutnya judul RUU tersebut sudah salah dan tidak jelas.

Sampai saat ini hanya kubu menolak atas RUU Permusikan yang bersuara. Sementara suara kubu yang pro revisi kurang terdengar dan suara dari kubu mendukung belum bersuara.

Sejumlah pasal dalam RUU Permusikan yang dianggap musisi bermasalah.Sejumlah pasal dalam RUU Permusikan yang dianggap musisi bermasalah. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
(adp/end)