Spike Lee Disebut 'Walk Out' Saat 'Green Book' Menang Oscar

Tim, CNN Indonesia | Senin, 25/02/2019 13:45 WIB
Spike Lee Disebut 'Walk Out' Saat 'Green Book' Menang Oscar Kemenangan film 'Green Book' sebagai film terbaik Oscar 2019 tampaknya tak membuat semua orang senang. Sineas Spike Lee salah satunya. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemenangan film 'Green Book' sebagai film terbaik Oscar 2019 tampaknya tak membuat semua orang senang. Sineas Spike Lee salah satunya.

Sineas yang baru memenangkan Oscar untuk pertama kalinya pada tahun ini usai berkarier selama 20 tahun tersebut dikabarkan 'walk out' kala 'Green Book' diumumkan sebagai Best Picture.

Kemenangan 'Green Book' tersebut juga berarti kekalahan bagi film yang ditulis dan digarap oleh Spike Lee, BLACKkKLANSMAN yang membuat Lee berhasil menembus kategori utama Oscar.



Lee terlihat 'cabut' dari kursinya kala nama 'Green Book' diumumkan. Hal itu terlihat oleh media yang duduk di bagian tribun di atas.

Disebut Deadline, Lee pergi ke bagian belakang kursi untuk keluar dari ruangan tersebut. Namun dirinya dicegat oleh petugas di bagian pintu.

Lee kemudian kembali dan tak langsung duduk di kursinya, melainkan mengobrol dengan sutradara Jordan Peele yang duduk di belakangnya. Lee pun mondar-mandir selama para kru 'Green Book' mengucapkan pidato kemenangan sebagai lambang kebahagiaan mereka.



Bahkan, disebutkan Lee membelakangi panggung dan para kru 'Green Book'. Ia baru kembali ke kursi usai pidato selesai dan Oscar 2019 dinyatakan rampung.

Akan tetapi suasana hati Lee tampaknya sudah sedikit membaik usai dirinya mendapatkan standing ovation dari media yang menunggu di ruangan usai Oscar berlangsung.


Diberitakan Associated Press usai acara Oscar, Lee membandingkan kemenangan 'Green Book' ini sama seperti kekalahan tim basket favoritnya, New York Knicks.

"Wasit melakukan hal yang salah," kata Lee sembari bercanda.

"Saya ini ciong. Setiap kali ada yang memboncengi orang lain, saya kalah," lanjutnya.

Ucapan Lee tersebut mengacu pada film 'Driving Miss Daisy' (1990). Film yang mengisahkan pertemanan supir kulit hitam dengan wanita berkulit putih tersebut memenangkan kategori Best Picture tahun tersebut.

Kisah Driving Miss Daisy tersebut mirip dengan 'Green Book' yang mengisahkan persahabatan Tony Lip yang keturunan Italia dengan Dr Shirley yang keturunan Afrika-Amerika. Tony Lip disewa Shirley untuk menjadi sopirnya selama melakukan tur di pedalaman Selatan Amerika Serikat.

[Gambas:Youtube] (end)