Kepolisian Seoul Masih Tunggu Kopian Teks Seungri

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 20:17 WIB
Kepolisian Seoul Masih Tunggu Kopian Teks Seungri Seungri pun harus membatalkan sejumlah konser, termasuk di Jakarta pada 17 Maret mendatang, sebagai buntut dari perkara ini. (Foto: dok. YG Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Seoul menyatakan masih belum mendapatkan kopian asli teks terkait tuduhan yang menyeret nama Seungri, personel BIGBANG.

Pada 26 Februari lalu, SBS funE memberitakan sebuah laporan eksklusif yang memuat pesan berbalas antara Seungri, CEO Yuri Holdings bernama Yoo dan seorang karyawan. Dalam perbincangan yang terjadi pada 2015 itu, terungkap bahwa mereka membicarakan terkait layang pendamping seksual untuk investor asing.

Tak hanya itu, nama Seungri pun disebut terlibat dalam transaksi narkoba di Burning Sun, sebuah klub di mana penyanyi dan aktor itu punya andil sebagai konsultan. Namun dalam pemeriksaan narkoba di kantor polisi pada Kamis (28/2), dirinya dinyatakan bersih dari narkoba.


Baik YG Entertainment selaku agensi dan Yuri Holdings telah sama-sama merilis pernyataan resmi terkait dugaan ini. Keduanya membantah tuduhan tersebut, mengatakan teks itu hanya buatan.


Yuri Holdings menyatakan, pembuat teks palsu itu ingin mencemarkan nama baik Seungri dan perusahaan Yuri. Pada Rabu (27/2), Seungri telah menjalani pemeriksaan polisi selama delapan jam.

Jumat (1/3), Departemen Kepolisian Korea menyebut mereka belum menerima kopian teks seperti yang dituduhkan dari reporter SBS funE. Sebuah sumber dalam mengkonfirmasi berita itu.

"Kami telah meminta pesan-pesan di KakaoTalk dari reporter yang pertama kali menuliskan layanan pemdamping seksual yang diklaim melibatkan Seungri. Kami belum menerimanya," ujar sumber tersebut, dilansir dari Soompi.

Kopian asli pesan teks itu dibutuhkan untuk dikonfirmasi validasinya, terutama karena YG Entertainment dan Yuri Holdings bersikeras bahwa percakapan tersebut hanya buatan.

Kasus ini ternyata berbuntut panjang dan mengakibatkan Seungri harus membatalkan tiga konsernya, masing-masing di Osaka, Jepang pada 9 dan 10 Maret serta di Jakarta, Indonesia pada 17 Maret.

[Gambas:Video CNN] (rea)