Ulasan Konser

'Roller Coaster' ala Barasuara yang Tak Menyenangkan

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 20:50 WIB
'Roller Coaster' ala Barasuara yang Tak Menyenangkan Penampilan Barasuara yang cenderung mengecewakan di pesta rilis album kedua 'Pikiran dan Perjalanan', Rabu (13/3). (Barasuara/Davian Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Barasuara kian percaya diri. Lima hari setelah rilis album kedua 'Pikiran dan Perjalanan', mereka langsung menggelar penampilan bertajuk "Release Party Pikiran dan Perjalanan" di Lucy in the Sky kemarin malam (13/3).

Menyaksikan penampilan Barasuara selama hampir dua jam kemarin seperti menaiki roller coaster, emosi saya dibuat naik turun. Alih-alih, kali ini roller coaster mereka tidak menyenangkan. Bahkan cenderung membosankan.

Aksi mereka kemarin malam sangat berbeda dengan penampilan release party album 'Taifun' pada 2015 lalu di Rossi Musik, Fatmawati. Kala itu saya hadir dan puas melihat penampilan Barasuara. Bara mereka benar-benar terasa.


Barasuara membawakan sembilan lagu baru dan tujuh lagu lama. Tujuh lagu lama tersebut adalah Hagia, Sendu Melagu, Mengunci Ingatan, Barat, Api dan Lentera, Bahas Bahasa dan Nyala Suara. Kurang lebih pada dua sampai empat lagu baru dijeda satu lagu lama, dan ada pula kala mereka membawakan lagu lama berurutan.


Susunan lagu baru yang di antara lagu lama memang kerap dilakukan musisi saat tampil. Dengan tujuan agar pengunjung tidak bosan dan bisa ikut bernyanyi. Kalau membawakan lagu baru secara berurutan, ada peluang pengunjung bosan karena belum kenal dengan lagu tersebut.

Sebenarnya, Barasuara sudah membuat emosi naik di awal dengan membawakan Seribu Racun, Samara dan Masa Mesias Mesias tanpa jeda. Pun suasana di depan panggung semakin padat. Terlebih tiga lagu itu bertempo cepat sehingga memancing pengunjung berjingkrak.

Sayang emosi itu tidak terus naik karena Barasuara melanjutkan penampilan dengan lagu Hagia. Lagu yang lebih enak dinikmati dan dihayati dengan santai, karena dalam lagu ini terkandung penggalan Doa Bapa Kami. Emosi turun ketika Barasuara membawa lagu ini.

Perlahan emosi kembali naik perlahan ketika Barasuara menampilkan lagu Pikiran dan Perjalanan dan Sendu Melagu. Disambung dengan lagu Mengunci Ingatan bersama Kunto Aji. Kemunculan Aji sangat mengejutkan dan tampaknya berhasil membuat pengunjung senang.

'Roller Coaster' Barasuara yang Tidak MenyenangkanBarasuara di Lucy in The Sky, Rabu (13/3). (Barasuara/Davian Akbar)

"Terima kasih telah membawakan lagu saya. Jangan lupa album 'Mantra Mantra'," kelakar Aji kepada Barasuara dan pengunjung sembari turun panggung, merujuk album solonya yang baru keluar pada 2018 lalu.

Lucu. Aji yang bukan personel Barasuara berhasil memanaskan suasana dan menjadi intim, sementara Barasuara tidak berhasil melakukan itu. Interaksi mereka kepada penonton sangat biasa, hanya berucap terima kasih berulang-ulang.

Penampilan Barasuara benar-benar membuat emosi naik turun setelah itu. Mereka membawakan lagu Tentukan Arah, Barat, Haluan dan Pancarona dengan jeda yang cukup lama. Pun saat jeda tak ada pesonel yang berinteraksi sama sekali.

Emosi benar-benar turun. Sekali lagi saya bilang, menyaksikan penampilan Barasuara malam kemarin seperti menaiki roller coaster yang tidak menyenangkan.

Bahkan suasana di dekat panggung mulai lengang, ada penonton yang keluar dari Lucy in the Sky entah untuk apa, ada juga penonton pindah ke bagian luar ruang (outdoor) lokasi untuk merokok.


Setidaknya, pengunjung yang semakin sepi di dekat panggung bisa menjadi bukti bahwa mereka tidak menikmati penampilan Barasuara. Kalau memang penampilan Barasuara bagus, pengunjung pasti tidak mau kehilangan momen hanya karena merokok atau hal lain.

Menjelang penampilan akhir sebelum membawakan lagu Tirai Cahaya, basis Gerald Situmorang berinteraksi dengan penonton. Mungkin interaksi itu hanya formalitas karena seperti orang yang iseng.

"Hoi, Semuanya. Udah pada hafal semuanya tadi," kata Gerald. Lebih baik tidak usah menyapa daripada hanya iseng. Musisi sekelas Fred Durst saja mendapat banyak kritik saat tampil di Soundrenaline 2018 karena terlalu banyak iseng berinteraksi.

Beruntung, emosi mulai terbangun saat Barasuara membawakan lagu Api & Lentera dan Guna Manusia. Api & Lentera merupakan salah satu lagu hit dari album 'Taifun', sementara Guna Manusia single dari album 'Pikiran dan Perjalanan'.


Suasana semakin memanas ketika Barasuara membawakan lagu Bahas Bahasa. Hampir setiap pengunjung ikut bernyanyi. Sayang, terjadi kesalahan yang sangat fatal saat mereka membawakan lagu itu.

Vokalis sekaligus gitaris Iga Massardi salah memetik gitar saat memainkan melodi gitar di tengah lagu. Padahal bagian itu adalah bagian yang klimaks. Sayang, sangat gagal.

Lagi dan lagi dan lagi, emosi turun. Sangat tidak menyenangkan bukan?

Seperti kebanyakan band yang tampil, Barasuara juga melakukan gimik. Mereka sempat berjalan ke arah pinggir panggung untuk turun, lalu kembali ke tengah panggung menyanyikan Nyala Suara setelah pengunjung meneriakkan, "We want more!".

[Gambas:Video CNN] (adp/rea)