Jelang Rilis Album, Isu Narkoba Park Bom eks '2NE1' Menyeruak

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 17:45 WIB
Jelang Rilis Album, Isu Narkoba Park Bom eks '2NE1' Menyeruak Park Bom bersiap kembali dengan album terbaru pada Rabu (13/3). (Foto: Screenshot via Instagram/@newharoobompark)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Park Bom, eks personel girlband 2NE1 kembali dikaitkan dengan penggunaan narkoba jelang perilisan album barunya hari ini, Rabu (13/ 3). Menanggapi rumor tersebut, pihak agensi yang kini menaungi Bom, D-Nation langsung angkat bicara.

Menurut mereka, kemunculan isu itu masih merujuk insiden tahun 2010, di mana Bom diduga mengirim 80 pil Adderall melalui pos udara internasional dari Amerika Serikat. Adderall merupakan stimulan saraf berbasis amfetamin.

Kala itu, kantor bea cukai langsung memeriksa kandungan dalam pil itu dan Bom menjalani interogasi. Namun, Bom dan agensi lamanya YG Entertainment mengklaim obat itu untuk perawatan medis, setelah diresepkan dari AS.


Akibat hal tersebut, Bom masih menjadi sasaran rumor perdagangan narkoba sekalipun ia sudah berganti agensi manajemen dan memilih jalur solo usai 2NE1 bubar pada 2017.


"Pengimporan obat Adderall pada 2010 terus disebut sebagai perdagangan narkoba, tetapi (kami ingin) meluruskannya karena Park Bom jelas tidak menggunakan obat-obatan secara ilegal," kata D Nation dalam sebuah pernyataan menjelang rilis musiknya, dikutip dari Yonhap.

Lebih lanjut, pihak agensi mengatakan bahwa saat mengirim Adderall, Bom tidak tahu bila obat yang disetujui FDA AS itu diklasifikasikan sebagai obat ilegal dan dilarang oleh hukum Korea Selatan.

"Banyak obat-obatan lokal (yang disetujui secara medis) secara luas diklasifikasikan sebagai (stimulan saraf) di Korea Selatan dan kami tidak menyebut orang-orang yang menggunakan itu sebagai pengguna narkoba," katanya.

"Park Bom pun mengirim itu untuk keperluan medis dan polisi menerima bukti serta mengakhiri penyelidikan setelah tes urin tidak menunjukkan jejak penggunaan," tambahnya.


Agensi itu pun mengatakan bahwa saat ini Bom masih berjuang untuk mengobati penyakit krisis perhatian dengan berobat di rumah sakit lokal dan minum obat pengganti Adderall.

"Ada masa-masa sulit, tetapi dia berusaha berdiri sendiri dengan keberanian. Dia sangat berhati-hati menjelang langkah barunya, tetapi (kami) berharap (publik) memiliki sikap yang lebih hangat terhadapnya," ujar agensi.

Bom merencanakan untuk merilis karya debut solo berupa album bertajuk 'Spring' pada Rabu (13/3) sore.

[Gambas:Instagram] (agn/rea)