'I La Galigo' merupakan sebuah pementasan yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo, wiracarita tentang mitos penciptaan suku Bugis yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah yang ditulis dalam huruf Bugis Kuno.
Produser 'I La Galigo' dari Yayasan Bumi Purnanti Restu Imansari Kusumaningrum menuturkan akhirnya setelah 20 tahun pertunjukan 'I La Galigo' bisa kembali ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengupas Erotisisme di Tanah Jawa |
"Ini jadi kebanggaan tersendiri bisa kembali ke kota Jakarta. 'I La Galigo' bukan milik Makassar saja tapi bangsa Indonesia. Ini harus dilestarikan," katanya dalam jumpa pers yang diadakan di Ciputra Artpreneur, Kamis (21/3).
Dalam versi adaptasi yang ditulis oleh Rohda Grauer dan diarahkan sutradara Robert Wilson, Sureq Galigo menjadi dasar sebuah kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan, peperangan, kisah cinta terlarang, upacara pernikahan yang rumit, dan pengkhianatan.
Dari hubungan itu, ia dikaruniai seorang anak bernama I La Galigo.
Lihat juga:Babad Ratu Tanah Jawa |
Pertunjukan 'I La Galigo' sebelumnya telah dipentaskan secara perdana di Esplanade Theatres on the Bay (Singapura) pada 2003. Usai menuai banyak pujian, lakon ini kemudian dipentaskan di kota-kota besar seperti New York, Amsterdam, Barcelona, Rhone-France, Italia, Taipei, Melbourne, Milan, juga di Makassar, tempat kisah itu berasal.
Lakon ini pun sempat dipertunjukkan saat Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Bali, sebelum akhirnya kembali dipentaskan kembali di Jakarta tahun ini.
"Semua tur keliling itu kami lalui bersama Robert Wilson dan dramaturgi Rhoda Grauer. Ini adalah kekayaan bangsa yang kini dilanjutkan ke generasi muda, sekarang tim 'I La Galigo' sudah masuk di generasi kedua. Dari 15 orang bertahan ke 13 orang," ujar Restu.
Pertunjukan berdurasi 2 jam 15 menit ini akan dilengkapi dengan tata panggung dan tata cahaya yang spektakuler. Tiket pertunjukan telah dijual sejak Kamis (21/3) dengan harga mulai dari Rp475 ribu hingga Rp1,85 juta di laman situs resmi Ciputra Artpreneur. (agn/rsa)