'I La Galigo' Kembali ke Indonesia usai 20 Tahun Mendunia

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 08:48 WIB
'I La Galigo' Kembali ke Indonesia usai 20 Tahun Mendunia Para penggawa pentas 'I La Galigo.' (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertunjukan teater 'I La Galigo' pulang kampung ke Indonesia, setelah cukup lama melanglang buana ke berbagai belahan dunia selama hampir 20 tahun. Juli mendatang, teater itu dipentaskan di Ciputra Artpreneur Jakarta.

'I La Galigo' merupakan sebuah pementasan yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo, wiracarita tentang mitos penciptaan suku Bugis yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah yang ditulis dalam huruf Bugis Kuno.

Produser 'I La Galigo' dari Yayasan Bumi Purnanti Restu Imansari Kusumaningrum menuturkan akhirnya setelah 20 tahun pertunjukan 'I La Galigo' bisa kembali ke Jakarta.



"Ini jadi kebanggaan tersendiri bisa kembali ke kota Jakarta. 'I La Galigo' bukan milik Makassar saja tapi bangsa Indonesia. Ini harus dilestarikan," katanya dalam jumpa pers yang diadakan di Ciputra Artpreneur, Kamis (21/3).

Dalam versi adaptasi yang ditulis oleh Rohda Grauer dan diarahkan sutradara Robert Wilson, Sureq Galigo menjadi dasar sebuah kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan, peperangan, kisah cinta terlarang, upacara pernikahan yang rumit, dan pengkhianatan.

Kisah itu berpusat pada kehidupan Sawerigading yang jatuh cinta pada saudara kembarnya We Tenriabeng. Namun karena ia terjebak dalam cinta terlarang yang dapat membawa petaka, Sawerigading akhirnya menikahi seorang putri cantik dari Cina bernama We Cudaiq.

Dari hubungan itu, ia dikaruniai seorang anak bernama I La Galigo.


Pertunjukan 'I La Galigo' sebelumnya telah dipentaskan secara perdana di Esplanade Theatres on the Bay (Singapura) pada 2003. Usai menuai banyak pujian, lakon ini kemudian dipentaskan di kota-kota besar seperti New York, Amsterdam, Barcelona, Rhone-France, Italia, Taipei, Melbourne, Milan, juga di Makassar, tempat kisah itu berasal.

Lakon ini pun sempat dipertunjukkan saat Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Bali, sebelum akhirnya kembali dipentaskan kembali di Jakarta tahun ini.

"Semua tur keliling itu kami lalui bersama Robert Wilson dan dramaturgi Rhoda Grauer. Ini adalah kekayaan bangsa yang kini dilanjutkan ke generasi muda, sekarang tim 'I La Galigo' sudah masuk di generasi kedua. Dari 15 orang bertahan ke 13 orang," ujar Restu.

Pertunjukan berdurasi 2 jam 15 menit ini akan dilengkapi dengan tata panggung dan tata cahaya yang spektakuler. Tiket pertunjukan telah dijual sejak Kamis (21/3) dengan harga mulai dari Rp475 ribu hingga Rp1,85 juta di laman situs resmi Ciputra Artpreneur. (agn/rsa)