Di awal minggu ini, sebuah pengajuan pengadilan mengklaim Kelly sedang berjuang mendapatkan pekerjaan di AS setelah dia ditahan dengan tuduhan pelecehan seksual bulan lalu.
Dalam mosi yang diajukan ke Pengadilan Wilayah Cook County, Kelly dikatakan merencanakan lima konser di Dubai pada April mendatang. Dilansir dari NME, tidak disebutkan detail lokasi pertunjukan maupun berapa banyak yang akan diperoleh penyanyi I Believe I Can Fly tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, dalam sebuah pernyataan resmi, pemerintah Dubai membantah rumor konser Kelly. "Pemerintahan Dubai belum menerima permintaan pertunjukan apapun dari penyanyi R Kelly, seperti tidak ada lokasi pertunjukan yang telah dipesan," ujar mereka.
Pengacara Kelly, Steven A. Greenberg merespons pernyataan pemerintah itu dengan sebuah surel kepada The Associated Press. "Tuan Kelly telah menandatangani kontrak yang sah dengan promotor, dan segala informasi termasuk perjalanan [ke Dubai] sudah ada dalam kontrak," katanya.
"Kami tidak mengatakan ia diundang oleh keluarga kerajaan, tetapi kontrak menyebutkan ia siap bertemu dengan mereka [keluarga kerajaan]," lanjutnya.
Lihat juga:Rencana Tur R Kelly Bikin Australia Khawatir |
Kelly memasuki tahun 2019 dengan sejumlah permasalahan berat, termasuk 10 tuduhan pelecehan seksual, sebelum dibebaskan dengan jaminan $100 ribu atau Rp1,4 miliar. Semua hal ini terjadi hanya dalam satu ledakan, yaitu melalui seri dokumentasi bertajuk 'Surviving R Kelly' yang mengejutkan publik karena melaporkan pada 2017 sang bintang telah menjalankan sejenis sekte seks.
Sampai saat ini Kelly tetap bersikukuh tak bersalah. (rea)