Malaysia Mulai Susul Pasar Film Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 19:39 WIB
Malaysia Mulai Susul Pasar Film Indonesia Ilustrasi: Pasar film Indonesia pada 2018 menunjukkan pertumbuhan Rp1,4 triliun dibanding 2017. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi perfilman Amerika Motion Picture Association of America (MPAA) telah merilis data box office dunia terbaru yaitu untuk periode 2018. Indonesia mencatatkan kenaikan pendapatan box office dibanding 2017.

Dalam data yang diperoleh CNNIndonesia.com, MPAA mencatat Indonesia berhasil membukukan pendapatan sebesar sekitar US$400 juta sehingga kembali menempati posisi 15 besar di pasar internasional.

Capaian tersebut bertambah sekitar US$100 juta atau Rp1,4 triliun dibandingkan pada 2017, yang saat itu Indonesia menempati posisi ke-16 dalam 20 besar dalam pasar internasional.


Indonesia sendiri tercatat mengalami lonjakan jumlah penonton pada 2016 dan terus mengalami tren pertumbuhan yang positif hingga 2018.


Pada 2016, jumlah penonton Indonesia diprediksi mencapai 37 juta dari sebelumnya sekitar 16 juta. Sedangkan pada 2018, jumlah penonton Indonesia berkembang menjadi 50 juta dari sebelumnya 42 juta pada 2017.

Berbagai faktor memengaruhi jumlah perkembangan penonton atau tiket terjual ini, mulai dari film yang mampu menarik minat penonton ke bioskop, hingga jumlah layar di Indonesia yang semakin bertambah seiring perkembangan jaringan-jaringan bioskop.

Dari segi judul film, Indonesia mendulang banyak penonton berkat sejumlah film seperti Dilan 1990 yang mencapai 6,3 juta penonton dan Suzzanna: Bernapas dalam Kubur yang mendulang 3,3 juta.

'Dilan 1990' (2018) jadi film terlaris pada 2018.'Dilan 1990' (2018) jadi film terlaris pada 2018. (Dok- Falcon Pictures)

Di sisi lain, menurut data MPAA, capaian baru dicatat oleh negara Asia lainnya yaitu Malaysia dan Uni Emirat Arab. Kedua negara tersebut menyusul Indonesia masuk 20 negara dengan pendapatan box office terbesar di dunia.

Kedua negara tersebut menggantikan Argentina dan Turki yang mengalami penurunan jumlah pendapatan box office.

MPAA mencatat Malaysia kembali masuk ke jajaran ini di urutan ke-19 dengan nilai box office mencapai sekitar US$300 juta. Hal ini adalah pertama kalinya setelah terakhir kali Malaysia berada dalam jajaran ini pada 2013 dengan pendapatan box office saat itu sekitar US$200 juta.

Tak jauh berbeda dengan Indonesia, raihan Malaysia ini diduga terdorong dari kemunculan film-film blockbuster karya sineas lokal Negeri Jiran.


Menurut data National Film Development Corporation Malaysian, pada 2018 ada film 'Munafik 2' yang memecahkan rekor sebagai film lokal terlaris sepanjang masa di negeri tersebut dengan capaian RM37,7 juta, atau sekitar 1,8 juta penonton bila satu tiket diasumsikan seharga RM20.

Secara umum, sepanjang 2018 ada 50 judul film lokal Malaysia yang mendulang penonton dan berhasil mengumpulkan pendapatan box office kolektif hingga RM120,3 juta atau sekitar US$24 juta atau diasumsikan mencapai 6 juta penonton.

Bila dibandingkan dengan data MPAA, perolehan box office di Malaysia masih didominasi dari penayangan film asing.

[Gambas:Youtube]

Sedangkan Uni Emirat Arab menempati nomor ke-18 dengan nilai yang tak jauh berbeda dengan Malaysia, sekitar US$300 juta. Namun capaian ini terasa spesial karena Uni Emirat Arab menjadi negara Arab pertama yang masuk ke posisi ini.

Perkembangan pasar film di negara-negara Asia ini juga selaras dengan pertumbuhan grafik regional Asia-Pasifik di pasar internasional yang setiap tahunnya mengalami tren positif.

Pada 2018, MPAA mencatat regional Asia-Pasifik mendulang pendapatan mencapai US$16,7 miliar, naik US$800 juta atau lima persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut MPAA, peningkatan ini disebabkan sebagian besar karena pertumbuhan box office China yang mencapai 12 persen.


Sementara itu, pasar Eropa dan Amerika Latin mengalami tren penurunan, masing-masing turun tiga dan 22 persen, dibanding tahun sebelumnya.

"Pada 2018, cerita dari lokapasar [marketplace] ini adalah bertumbuh. Tahun lalu [2018], kombinasi pasar teater dan hiburan rumah mencapai US$96,8 miliar. Capaian ini naik sembilan persen dibanding 2017, dan 25 persen dibanding lima tahun lalu," kata Charles H Rivkin, ketua dan CEO MPAA dalam pernyataannya.

Rivkin juga menyebutkan bahwa pada 2018 pula, pasar domestik Amerika Utara yang terdiri dari Amerika Serikat dan Kanada mencapai rekor baru yaitu US$11,9 miliar. Kemudian jumlah layar teater di seluruh dunia naik tujuh persen dan mencapai nyaris 190 ribu layar.

[Gambas:Instagram]

Selain itu, Rivkin menyebut ada tujuh negara di pasar internasional yang mencapai angka pendapatan box office pada 2018 melebihi US$1 miliar.

Tujuh negara tersebut adalah China dengan US$9 miliar atau setara dengan Rp128 triliun, Jepang dengan US$2 miliar atau Rp28 triliun, Inggris Raya dengan US$1,7 miliar, Korea Selatan dengan US$1,6 miliar, India dengan US$1,5 miliar, dan Jerman dengan US$1 miliar. (end)